Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Iran resmi menolak usulan gencatan senjata AS karena tidak menyelesaikan masalah Selat Hormuz.

  • Teheran mengancam bakal memperluas perang hingga Tel Aviv dan memblokir Selat Bab al-Mandab.

  • Pertempuran udara AS dan Iran telah berlangsung 13 hari serta menewaskan puluhan korban.

Suara.com - Iran secara tegas menolak tawaran gencatan senjata dari Amerika Serikat yang dibawa Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi. Sikap keras ini diambil karena proposal Washington sama sekali tidak menyentuh akar konflik utama, yakni penguasaan Selat Hormuz.

Penolakan tersebut menandai kegagalan diplomasi perdana dalam menghentikan pertempuran mematikan yang telah berlangsung hampir dua pekan. Tanpa jaminan atas kedaulatan jalur maritim strategis, Teheran memilih terus bersiap menghadapi skenario terburuk.

Langkah berani Iran ini memperlihatkan bahwa negosiasi tanpa penyelesaian masalah mendasar hanya dipandang sebagai manuver politik semata. Kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang terbuka yang jauh lebih luas dan destruktif.

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyodorkan draft damai tersebut secara langsung dalam lawatan resminya ke Teheran. Dikutip dari Anadolu, usulan itu merupakan hasil pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih sebelum ia terbang ke Iran.

Meskipun rincian klausul belum dibuka ke publik, pejabat tinggi Teheran mengonfirmasi bahwa dokumen itu merupakan satu-satunya penawaran resmi dari AS. Namun, tidak adanya poin jaminan status Selat Hormuz membuat usulan tersebut langsung dimentahkan.

Selama di Teheran, PM al-Zaidi menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan jajaran pimpinan tertinggi Iran. Ia bertatap muka langsung dengan Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Menlu Abbas Araghchi.

Di balik pintu diplomasi yang tertutup rapat, para pimpinan Iran justru mematangkan konsolidasi pertahanan internal. Mereka bersiap mengantisipasi gelombang serangan militer AS yang diprediksi akan menyasar berbagai infrastruktur vital.

Ancaman balasan yang disiapkan Teheran dipastikan tidak lagi terbatas pada arena pertempuran saat ini. Skenario eskalasi total telah dirancang untuk membalas setiap gempuran baru dari pasukan Amerika Serikat.

Dua pejabat Iran menyatakan kepada The New York Times, seperti dikutip Anadolu, bahwa serangan semacam itu akan mendorong Iran memperluas perang ke tingkat regional, termasuk dengan menargetkan Tel Aviv.

baca juga

Tak hanya serangan rudal, taktik penutupan jalur logistik global juga siap dieksekusi oleh sekutu regional Teheran. Kelompok Houthi di Yaman bakal diperintahkan untuk memblokir total akses pelayaran di Selat Bab al-Mandab.

Sementara jalur diplomasi menemui jalan buntu, dentuman meriam dan gempuran udara terus mengguncang kawasan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi gempuran intensif ke wilayah Iran telah memasuki malam ke-13 secara berturut-turut.

Otoritas keamanan Teheran mencatat sedikitnya 53 orang tewas dan 592 warga lainnya luka-luka akibat bombardir AS. Angka korban jiwa diprediksi masih terus merambat naik seiring berlanjutnya operasi militer malam hari.

Ketegangan ekstrem ini dipicu keputusan sepihak Donald Trump pada 8 Juli lalu yang membatalkan kesepakatan MoU Islamabad. Pembatalan klausul gencatan senjata tersebut langsung menyulut aksi saling serang secara terbuka di berbagai titik.

AS membombardir sejumlah target darat di wilayah kedaulatan Iran tanpa henti. Sebaliknya, Teheran mengklaim berhasil merusak berbagai fasilitas serta aset militer milik AS yang tersebar di beberapa negara tetangga.

Saling serang ini melumpuhkan lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz dan mengancam pasokan energi dunia. Wilayah udara kawasan berulang kali ditutup total, disertai meningkatnya ancaman serangan terhadap aset AS di luar Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:18 WIB

Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol

Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:45 WIB

Malam ke-13 Amerika Rudal Iran, Korban Tewas Mulai Berjatuhan di Ahwas Hingga Bandar Abbas

Malam ke-13 Amerika Rudal Iran, Korban Tewas Mulai Berjatuhan di Ahwas Hingga Bandar Abbas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×