Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:18 WIB
Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa mengambil keputusan sepihak terkait Selat Malaka. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Malaysia menegaskan ulang kebijakan penolakan warga Israel saat diplomatnya dipanggil Departemen Luar Negeri AS.

  • Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan larangan masuk tetap berlaku demi membela hak rakyat Palestina.

  • Tindakan pengusiran terhadap warga berkewarganegaraan ganda AS-Israel memicu protes dari delapan anggota Kongres AS.

Suara.com - Malaysia menegaskan kembali penolakan penuh terhadap kedaulatan Israel usai memanggil diplomat resminya ke Amerika Serikat. Langkah diplomatik ini membuktikan konsistensi Negeri Jiran dalam membela perjuangan rakyat Palestina dari intimidasi luar.

Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan menegaskan bahwa posisi geopolitik tersebut sudah berjalan sejak puluhan tahun. Menurutnya, pemerintah menolak tunduk pada tekanan pihak manapun yang mempertanyakan aturan imigrasi nasional.

Duta Besar Malaysia untuk AS, Tan Sri Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, mendatangi Departemen Luar Negeri AS untuk memberikan penjelasan. Ia memaparkan bahwa larangan melintas bagi warga Israel merupakan pilar diplomasi yang tidak bisa ditawar.

Warga Israel berujuk rasa (Foto: X@yunus_arslan_ya)
Warga Israel berujuk rasa (Foto: X@yunus_arslan_ya)

Kebijakan imigrasi domestik secara tegas memblokir akses masuk bagi seluruh pemegang dokumen kewarganegaraan rezim Zionis. Aturan hukum ini berlaku menyeluruh tanpa terkecuali bagi siapa pun yang mencoba menerobos wilayah kedaulatan.

Kejadian berawal saat seorang warga negara asing yang mengantongi kewarganegaraan ganda AS-Israel berhasil melintasi pemeriksaan batas. Pemerintah mengambil tindakan hukum tegas segera setelah identitas ganda pengunjung tersebut teridentifikasi oleh otoritas bandara.

"Ini memang sudah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengabaikan keberadaan Negara Israel atau rezim Zionis," kata Mohamad dikutip dari Bernama, Jumat (24/7/2026).

"Ada seorang individu berkewarganegaraan ganda, AS dan Israel, yang masuk ke Malaysia menggunakan paspor AS miliknya. Namun, pemeriksaan lanjutan mengungkapkan bahwa ia juga memegang kewarganegaraan Israel, dan kami memintanya untuk pergi," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela agenda penyerahan dukungan politik untuk kandidat Barisan Nasional menjelang Pemilihan Negeri. Mohamad memastikan krisis diplomasi ringan ini ditangani secara proporsional sesuai mekanisme internasional yang berlaku.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan komitmen serupa untuk menutup rapat pintu masuk bagi warga Israel. Ketegangan sempat memuncak usai delapan anggota Kongres AS mengajukan protes resmi atas tindakan pengusiran tersebut.

baca juga

Anwar menegaskan bahwa tindakan tegas pemerintah melambangkan pertanggungjawaban moral atas krisis kemanusiaan di kawasan Gaza. Malaysia mengutuk keras aksi pembantaian serta pendudukan militer yang terus berlangsung di tanah Palestina.

Protes keras sebelumnya dilayangkan oleh delapan politisi Partai Demokrat melalui surat terbuka kepada Menteri Luar Negeri AS. Mereka mempermasalahkan langkah cepat Kuala Lumpur saat mengusir pemegang paspor Israel dari wilayahnya.

Kelompok wakil rakyat AS tersebut terdiri dari Greg Landsman, Josh Gottheimer, Jimmy Panetta, dan Dan Goldman. Selain itu, Debbie Wasserman Schultz, Jared Moskowitz, Brad Sherman, serta Jake Auchincloss turut menandatangani dokumen keberatan itu.

Perselisihan ini bermula dari sikap konsisten Malaysia yang tidak pernah memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Ketegangan diplomatik kerap timbul saat imigrasi Malaysia memperketat pengawasan terhadap pengunjung berpaspor ganda dari negara sekutu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol

Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:45 WIB

4 Warga Palestina Tewas Ditembak dengan Brutal oleh Pemukim Israel, 3 Orang Kritis

4 Warga Palestina Tewas Ditembak dengan Brutal oleh Pemukim Israel, 3 Orang Kritis

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:06 WIB

Malam ke-13 Amerika Rudal Iran, Korban Tewas Mulai Berjatuhan di Ahwas Hingga Bandar Abbas

Malam ke-13 Amerika Rudal Iran, Korban Tewas Mulai Berjatuhan di Ahwas Hingga Bandar Abbas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

×