Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 27 Juli 2026 | 16:44 WIB
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
Ban Dibakar Saat Bentrok Maut Matraman. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Belasan ban milik pedagang bernama Abdul Kadir dibakar massa dalam bentrokan di Jalan Matraman Dalam pada Minggu, 26 Juli 2026.
  • Abdul Kadir baru bisa mendatangi lokasi pada Senin dini hari dan mengalami kerugian materiil mencapai ratusan ribu rupiah.
  • Kepolisian masih mendalami penyebab pasti bentrokan antar kelompok tersebut sementara korban tetap membuka kembali lapaknya.

Suara.com - Seorang pedagang ban di Jalan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, harus menanggung kerugian setelah belasan ban dagangannya dibakar massa di tengah bentrokan antarkelompok warga pada Minggu (26/7/2026).

Pedagang tersebut bernama Abdul Kadir, yang sehari-hari berjualan dan menerima jasa tambal ban di lokasi kejadian.

Insiden pembakaran terjadi setelah ia menutup lapaknya dan baru tiba di rumah pada Minggu malam, tak lama setelah massa kelompok di luar warga setempat kembali lagi ke titik awal bentrokan.

Ada warga yang berbagi cerita tentang suasana mencekam di Jalan Matraman Dalam, termasuk tentang bagaimana ban-ban yang dibakar oleh massa kelompok tersebut.

Abdul Kadir, pedagang ban di Matraman. (Suara.com/Adiyoga)
Abdul Kadir, pedagang ban di Matraman. (Suara.com/Adiyoga)

"Ban bekas, ban yang masih bisa dipakai, dibakar sama mereka di sini. Sekitar 10 ban," ungkapnya di lokasi, Senin (27/7/2026).

Abdul Kadir tidak bisa langsung mendatangi lokasi malam itu juga karena kawasan tersebut dijaga ketat aparat.

"Saya nunggu pagi, baru jam 3-an lah baru bisa ke sini setelah mereka (massa) sudah kosong di sini," kisahnya.

Bentrokan antarkelompok di Jalan Matraman Dalam hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat itu sendiri menjadi sorotan luas dan hingga kini masih didalami penyebab pastinya oleh kepolisian.

Dari sisi kerugian materiil, Abdul Kadir memperkirakan total kerugian akibat ban yang dibakar mencapai ratusan ribu rupiah.

baca juga

"Satu ban taruhlah 50 (ribu). Itu hitungan kasar, 30 sampai 50 ribu perkiraannya per ban. Total ada sekitar 10 ban," bebernya.

Abdul Kadir mengaku sempat merasa kesal mengetahui dagangannya dibakar, namun ia memilih tidak bertindak lebih jauh.

"Kan nggak bisa bertindak juga saya. Sudah malam juga tahunya, jam 11 pas pembakaran besar-besaran," jelas dia.

Di tengah kerugian yang dialaminya, Abdul Kadir berharap situasi di lingkungannya bisa kembali damai.

Menurut dia, ini merupakan kali pertama wilayah Matraman Dalam diguncang bentrokan hebat seperti kemarin.

"Ya damai aja lah dari kedua belah pihak. Buat apa sih ribut kayak gini? Kita kan satu bangsa, harus menggalang persatuan," imbaunya.

Abdul Kadir sendiri hari ini tetap membuka lapaknya seperti biasa, meski bekas ban-ban dagangannya yang dibakar pun masih terlihat jelas di lokasi.

"Nggak takut lah. Saya kan nggak ikut-ikut, saya cuma nyari duit," pungkas dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:01 WIB

Bentrokan Pecah di Matraman, Warga Diminta Menahan Diri dan Tak Terprovokasi

Bentrokan Pecah di Matraman, Warga Diminta Menahan Diri dan Tak Terprovokasi

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:16 WIB

Imbas Bentrokan Matraman, Siswa Dua Sekolah Terpaksa Belajar dari Rumah

Imbas Bentrokan Matraman, Siswa Dua Sekolah Terpaksa Belajar dari Rumah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×