-
F-35 Lightning II menggabungkan teknologi siluman dan fusi sensor untuk menguasai pertempuran udara modern.
-
Mesin Pratt & Whitney F135 membawa F-35 terbang hingga kecepatan puncak Mach 1,6.
-
Tiga varian F-35 memberikan fleksibilitas tinggi untuk pangkalan darat maupun kapal induk.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengabaikan intervensi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai rencana penjualan jet tempur F-35 ke Turki.
Langkah berani ini menegaskan posisi Washington yang menolak didikte oleh negara sekutu mana pun dalam urusan transaksi alutsista globalnya.
"Tidak ada yang bisa mengatur saya apa yang seharusnya kami jual," tegas Trump, dikutip dari CNN Internasional, Selasa (28/7/2026).
Pernyataan menohok tersebut disampaikan Trump tepat sehari sebelum agenda pertemuan resminya dengan Netanyahu berlangsung.
![Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/76171-donald-trump.jpg)
Trump menilai Ankara sebagai mitra geopolitik yang teramat krusial di kawasan dan sangat andal dalam mengelola krisis keamanan wilayah, termasuk dinamika di Suriah.
Ia bahkan tanpa ragu memberikan pujian personal kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai sosok sahabat yang berkinerja luar biasa.
Signal hijau pembukaan kembali keran ekspor jet tempur canggih ini sebelumnya telah dihembuskan Trump dalam momentum KTT NATO.
Namun, langkah AS melepas F-35 ke Ankara terbentang ganjalan regulasi internal melalui Undang-Undang Penanggulangan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA).

Agar transaksi melenggang mulus, Gedung Putih mensyaratkan Turki membuang penuh kepemilikan dan operasional sistem persenjataan buatan Rusia.
Ketentuan sanksi CAATSA yang mengikat saat ini membekukan berbagai lisensi ekspor pertahanan hingga membendung akses keuangan serta perbankan bagi Turki.
Di sisi lain, Erdogan tetap optimistis bakal mengantongi kesepakatan manis terkait pengadaan jet siluman yang sebelumnya ditargetkan sebanyak lima unit.
Sikap melunak AS kepada Turki menyulut amarah Netanyahu yang khawatir kekuatan tempur udara Ankara bakal merusak peta stabilitas Timur Tengah.
Netanyahu menilai Turki di bawah kendali Erdogan bukan lagi sosok sekutu teladan bagi AS yang pantas mendapatkan alutsista mutakhir.
Pemimpin Israel itu menyuarakan kekhawatiran mendalam atas potensi ancaman langsung yang berisiko meruntuhkan eksistensi negaranya.
Perlu diketahui, F-35 Lightning II garapan Lockheed Martin merupakan jet tempur generasi kelima dengan integrasi teknologi tercanggih di dunia saat ini.
Kecanggihan F-35
Dikutip dari f35.com, jet tempur F-35 Lightning II memadukan teknologi siluman dan kecerdasan buatan.
Kehadiran pesawat generasi kelima buatan Lockheed Martin ini berhasil merombak total doktrin pertempuran udara modern.
Sistem fusi sensor mutakhir menjadi keunggulan utama yang belum bisa ditandingi oleh armada tempur negara pesaing.
Pilot memegang kendali penuh atas situasi pertempuran karena seluruh informasi eksternal menyatu secara real-time di layar kokpit.
Jaringan komunikasi canggih F-35 memungkinkan pertukaran data taktis kilat ke kapal perang maupun pangkalan darat.
Kecepatan Pratt & Whitney F135 mendorong jet super cepat ini hingga menembus angka Mach 1,6 di udara.
Musuh kesulitan melacak pergerakan pesawat ini akibat lapisan material penyerap radar serta kompartemen senjata tertutup.
F-35 juga dapat berubah menjadi mesin pemungut kemenangan saat kondisi udara sudah sepenuhnya terkendali.
Pada mode khusus bernama Beast Mode, pilon luar sanggup mengangkut muatan amunisi hingga hampir 10.000 kilogram.
Fleksibilitas tempur F-35 kian lengkap berkat ketersediaan tiga varian unik sesuai kondisi medan operasi.
Varian F-35A dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasi militer pada landasan pacu konvensional.
Sementara itu, varian F-35B memiliki kemampuan unik untuk lepas landas jarak pendek dan mendarat secara vertikal.
Adapun varian F-35C dibekali struktur khusus yang memungkinkan pengoperasian secara optimal dari atas kapal induk.
Proyek pengembangan armada Lockheed Martin F-35 Lightning II ini berawal dari kebutuhan militer Amerika Serikat akan alutsista udara serbaguna.
Kombinasi performa mesin tangguh dan jangkauan jaringan data menjadikan pesawat ini standar baru superioritas udara global.