57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:33 WIB
57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko
Sebanyak 57 orang tewas saat puluhan ribu migran mencoba menerobos wilayah eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko sepanjang pekan ini. (Faro TV)
baca 10 detik
  • Penyeberangan massal puluhan ribu migran dari Maroko ke Ceuta menewaskan sedikitnya 57 orang.

  • Spanyol memperketat perbatasan dan berencana mempercepat deportasi migran ilegal pasca insiden penerobosan.

  • Ketimpangan ekonomi Maroko serta disinformasi media sosial memicu aksi nekat para pemuda menyeberang.

Suara.com - Sebanyak 57 orang tewas saat puluhan ribu migran mencoba menerobos wilayah eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko sepanjang pekan ini. Sebagian besar dari sekitar 50.000 hingga 60.000 migran akhirnya kembali ke Maroko pada Jumat malam setelah menghadapi perbatasan yang ketat.

Kejadian ini langsung memicu gejolak politik dan memperketat pengamanan antarnegara Eropa untuk mencegah gelombang susulan. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez segera terbang ke lokasi krisis, sementara Italia dan Prancis langsung memberlakukan pemeriksaan perbatasan darat secara ketat.

Banyak korban tewas akibat tenggelam sewaktu ribuan orang memadati jalur darat dan laut secara bersamaan hingga membendung penjaga perbatasan. Otoritas Ceuta mengonfirmasi bahwa kepungan massa yang begitu padat membuat petugas perbatasan tidak mampu mengendalikan situasi lapangan.

Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas. (BBC)
Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas. (BBC)

Pemerintah Spanyol menegaskan bakal memulangkan para migran yang masuk secara ilegal secepat mungkin ke negara asal. Kebijakan tegas ini tetap diambil meski Mahkamah Agung Spanyol sebelumnya memutuskan bahwa migran yang tiba melalui jalur laut tidak bisa langsung dikembalikan ke Maroko.

Pada Jumat sore, ratusan migran mulai berjalan mundur melintasi lubang pagar perbatasan menuju wilayah Maroko. Mereka memilih pulang secara mandiri akibat kesulitan mendapatkan makanan dan tempat bernaung di Ceuta.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat sekitar 50.000 orang menyeberang sejak Kamis pagi, sedangkan pemerintah daerah Ceuta menaksir angka tersebut mencapai 60.000 orang. Pedro Sánchez mengecam keras penerobosan ini dan menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.

Sánchez menuding jaringan penyelundup manusia sengaja menyebarkan informasi bohong terkait putusan Mahkamah Agung Spanyol untuk memicu eksodus massal.

"Apa yang terjadi kemarin patut mendapat celaan penuh dari kita, kecaman penuh dari kita," tegas Sánchez, dikutip dari CNN Internasional, Sabtu (1/8/2026).

Seorang migran asal Maroko berusia 16 tahun, Ayoub El Abyad, mengaku nekat menempuh perjalanan 12 jam bersama sepupunya setelah melihat video viral di Instagram. Video yang menampilkan aksi orang-orang menyeberang perbatasan itu dengan cepat memicu keputusasaan pemuda lokal untuk ikut mencoba.

baca juga

"Migrasi adalah tentang memperbaiki hidup kami. Kami sepakat akan mencoba ide menyeberang ini dan percaya kepada Tuhan," ujar El Abyad dari sisi perbatasan Maroko.

Kondisi ekonomi Maroko yang terpuruk menjadi pendorong utama anak-anak muda nekat mempertaruhkan nyawa di laut. Data resmi menunjukkan satu dari empat pemuda Maroko usia 15 hingga 24 tahun tidak memiliki pekerjaan, pendidikan, maupun pelatihan.

Cuaca tenang dan permukaan laut yang ramah pada musim ini kian memicu para migran memilih jalur renang sebagai opsi utama. Kondisi alam yang mendukung tersebut berpadu dengan maraknya rumor media sosial hingga menciptakan kepungan massa dalam waktu singkat.

Pemerintah Maroko hingga kini tidak pernah mengakui kedaulatan Spanyol atas wilayah Ceuta dan Melilla. Maroko menganggap kedua eksklave yang telah dikuasai Spanyol selama berabad-abad itu sebagai wilayah pendudukan.

Sejumlah analis menilai sikap pasif otoritas Maroko di perbatasan sengaja dilakukan untuk menekan Spanyol secara politik. Pembiaran ini dinilai menjadi faktor kunci mengapa puluhan ribu orang bisa mendekati garis batas tanpa hambatan berarti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Ulasan Novel The Good Neighbor, Sisi Gelap Tetangga yang Baik Hati

Ulasan Novel The Good Neighbor, Sisi Gelap Tetangga yang Baik Hati

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Polusi PM2.5 Capai Level Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Polusi PM2.5 Capai Level Tidak Sehat

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres

Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres

Jawa Tengah | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste

Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang

Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:50 WIB

JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026

JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026

Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:40 WIB

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:20 WIB

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:18 WIB

×