18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB
18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal
Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas.(BBC)
baca 10 detik
  • Sebanyak 18 imigran tewas tenggelam dan terinjak saat menembus perbatasan Ceuta Spanyol.

  • Gelombang massa dari Maroko memicu krisis kemanusiaan di jalanan kota Ceuta.

  • Kerusuhan serupa menyebar hingga ke perbatasan Melilla akibat bentrokan imigran dan polisi.

Suara.com - Sedikitnya 18 orang tewas akibat berdesakan dan tenggelam saat ribuan imigran memaksa masuk ke wilayah Ceuta, Spanyol. Tragedi ini pecah setelah gelombang massa menjebol garis perbatasan dari arah Maroko sejak Kamis malam.

Hasrat mencari pekerjaan mengubah pantai Tarajal menjadi pusat petaka mematikan bagi warga Afrika Utara. Mereka nekat menerobos pagar pemecah ombak demi melarikan diri dari kemiskinan di negara asal.

Situasi di lapangan kini berubah menjadi darurat kemanusiaan yang sangat mencekam dan tak terkendali. Ribuan pendatang, termasuk anak-anak tanpa pendamping, telantar di jalanan dan taman kota dengan kondisi kebingungan.

Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas. (BBC)
Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas. (BBC)

Rachid Sbihi selaku pimpinan asosiasi pekerja Garda Sipil setempat menggambarkan kondisi ini sebagai krisis yang mengerikan.

"Orang-orang masih terus berdatangan. Bantuan yang tiba hanya membantu korban luka dan upaya kemanusiaan lainnya. Ini sangat kacau," ujarnya.

Keputusasaan ekonomi menjadi pendorong utama arus manusia yang tak terbendung ini. Ahmed Karim, seorang warga Maroko berusia 33 tahun, mengaku terpaksa menyeberang karena sulitnya mencari nafkah.

"Banyak orang ingin pergi ke Eropa, Amerika, tetapi mereka tidak memiliki kesempatan," kata Karim, dikutip dari AP, Jumat (31/7/2026).

Sisa-sisa pelampung berserakan di perairan perbatasan pada Jumat pagi, menandai rute berbahaya yang baru saja dilewati massa. Sebagian besar kerumunan tersebut didominasi oleh laki-laki muda, meski ada pula keluarga yang membawa wanita dan balita.

Kekacauan serupa merembet cepat ke Melilla yang merupakan wilayah otonom Spanyol lainnya di Afrika Utara. Massa bentrok dengan polisi di kota perbatasan Bni Nsar hingga membakar sejumlah kendaraan aparat keamanan.

baca juga

Puluhan pendatang ditangkap dan banyak petugas keamanan terluka dalam kerusuhan tersebut. Omar Naji dari Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko menyebut insiden terbaru ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi di Ceuta.

Pemerintah Spanyol langsung merespons krisis ini dengan mengirim Perdana Menteri Pedro Sánchez dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska ke lokasi. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez segera mengaktifkan Pasukan Intervensi Cepat untuk memperketat pemeriksaan perbatasan negaranya.

Otoritas Ceuta kewalahan menghadapi lonjakan jumlah manusia yang diyakini sudah mencapai puluhan ribu orang. Pusat penerimaan imigran setempat mengalami kelumpuhan total karena melampaui batas kapasitas maksimal.

Kepala Pemerintah Regional Ceuta, Juan Jesús Vivas, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status darurat keamanan nasional. Ia meminta tambahan polisi dan pengerahan tentara untuk menjamin wilayah perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat dan keselamatan warga negara.

Sejumlah pejabat Ceuta menduga lonjakan ini dipicu oleh putusan Mahkamah Agung Spanyol yang melarang pemulangan langsung imigran jalur laut tanpa proses hukum. Namun, para aktivis Maroko meragukan klaim tersebut karena sebagian besar pendatang tidak memahami regulasi hukum.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol belum merilis jumlah pasti warga asing yang berhasil masuk dalam beberapa hari terakhir. Mereka menegaskan bahwa arus migrasi tidak tergolong risiko keamanan nasional berdasarkan undang-undang darurat yang berlaku.

Pemerintah Maroko memilih bungkam terkait eksodus besar-besaran warganya ke wilayah Eropa. Kementerian Dalam Negeri setempat sama sekali tidak merespons permintaan tanggapan atas insiden berdarah ini.

Ceuta telah menjadi wilayah kekuasaan Spanyol sejak tahun 1580 dan berlokasi strategis di daratan pantai utara Afrika. Kawasan ini memiliki populasi campuran Kristen dan Muslim yang hidup rukun di balik pagar pembatas yang diawasi ketat.

Spanyol selalu menjadi gerbang utama bagi imigran asal Afrika yang ingin mencari kehidupan lebih baik di Eropa. Pendatang biasanya berenang melintasi laut sejauh lima kilometer dari kota Fnideq di Maroko untuk bisa mencapai Ceuta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:22 WIB

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:06 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×