- Anggota DPR Obet Rumbruren mengingatkan fenomena El Nino berpotensi memicu masalah kesehatan serius seperti dehidrasi dan ISPA.
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino.
- Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memitigasi risiko krisis air bersih, gagal panen, serta kebakaran hutan.
Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Obet Rumbruren mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mewaspadai dampak El Nino terhadap lingkungan dan pertanian.
Menurutnya, fenomena tersebut juga berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari heat stroke, dehidrasi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan gizi.
Obet mengatakan fenomena El Nino yang menyebabkan suhu udara lebih panas dan musim kemarau berkepanjangan harus menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam melindungi kelompok rentan.
"Kondisi alam yang demikian, hendaknya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan dan langkah antisipatif sejak dini untuk melindungi kelompok yang paling rentan terdampak," ujar Obet kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Obet, El Nino terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memicu penurunan curah hujan dan musim kemarau lebih panjang di Indonesia. Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai ancaman kesehatan.
Ia menyebut masyarakat perlu mewaspadai risiko heat stroke dan dehidrasi akibat paparan suhu ekstrem dalam waktu lama, meningkatnya kasus ISPA karena kualitas udara yang memburuk dan asap kebakaran hutan, hingga penyakit yang bersumber dari air seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis akibat krisis air bersih.
Selain itu, El Nino juga berpotensi memicu gangguan gizi karena terganggunya ketahanan pangan, meningkatkan tekanan kesehatan jiwa pada masyarakat terdampak kekeringan dan gagal panen, serta memperburuk akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan rawan bencana.
Obet menilai kelompok yang paling rentan menghadapi dampak tersebut adalah lansia, balita, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses air bersih dan fasilitas kesehatan.
Karena itu, ia menyerukan sejumlah langkah antisipatif seperti perbanyak konsumsi air putih dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam terpanas, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, menjaga kebersihan air minum dan sanitasi lingkungan agar dampak El Nino tidak berkembang menjadi krisis kesehatan.
"Kesadaran dan tindakan sejak dini dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino terhadap kesehatan masyarakat," tegasnya.
![Foto udara sawah yang terdampak kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/01/85124-sawah-terdampak-kekeringan-di-kabupaten-bekasi.jpg)
Pemerintah Siaga Hadapi El Nino
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah menginstruksikan seluruh kepala daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan paling terasa pada musim kemarau Juli hingga Oktober 2026.
Instruksi tersebut disampaikan setelah BMKG memprakirakan fenomena El Nino berlangsung sejak Mei 2026 hingga Mei 2027, dengan puncak dampak terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau.
Pemerintah menilai El Nino berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, serta mengganggu sektor pertanian, perkebunan, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Karena itu, seluruh pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, serta instansi terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing.
Selain itu, sinergi dengan Forkopimda, TNI, Polri, penyuluh pertanian, pemadam kebakaran, hingga pemerintah desa juga diperkuat agar dampak El Nino dapat diantisipasi lebih cepat dan efektif.