- Seorang jurnalis kehilangan telepon genggam saat meliput Zikir Kebangsaan di Monas.
- Korban menyadari ponselnya raib setelah disenggol seseorang ketika melewati kerumunan peserta.
- Polsek Gambir menerima laporan korban bersama tiga warga lain dan kini sedang menyelidiki kasus pencopetan tersebut.
Suara.com - Aksi dugaan pencopetan terjadi di tengah pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam.
Seorang jurnalis media online nasional, Aryodamar, mengaku kehilangan telepon genggam saat meliput kegiatan yang menjadi rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.
Aryodamar menduga ponselnya raib ketika berdesakan dengan peserta di sekitar toilet portable dekat pintu masuk Monas. Saat itu, ia baru selesai mengambil gambar salat Maghrib berjamaah dan hendak menuju tenda media untuk mencari jaringan internet.
Di tengah perjalanan, ia sempat salah arah dan harus memutar menuju jalur keluar. Ketika melewati kerumunan, ia mengaku merasa disenggol seseorang. Tak lama kemudian, ia menyadari iPhone 13 miliknya telah hilang.
"Nah pas lagi nyari akses yang benar itu, saya sempat merasa disenggol orang. Nggak lama dari situ, saya sadar HP (iPhone 13) saya hilang," kata Aryodamar kepada wartawan.
Usai kejadian, Aryodamar melapor ke pos polisi di dekat Stasiun Gambir. Di lokasi tersebut, ia mendapati ada korban lain yang juga kehilangan barang berharga.
"Ternyata di sana ada tiga orang lain yang juga kehilangan. Mereka ada yang kehilangan dompet dan HP. Lalu kami dibawa satu mobil ke Polsek Gambir untuk buat laporan," ujarnya.
![Sejumlah peserta memadati acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam. [Suara.com/Dea]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/01/29309-zikir-dan-doa-kebangsaan-di-monas.jpg)
Kapolsek Gambir AKBP Agus Ady Wijaya membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Aryodamar maupun korban lainnya. Polisi kini tengah menyelidiki kasus tersebut dan memburu pelaku yang diduga memanfaatkan keramaian acara.
Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan agenda nasional dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di kawasan Monas dan dihadiri puluhan ribu peserta.
Untuk mengamankan kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan 7.643 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
Aparat juga menerapkan pengamanan berlapis, mulai dari sterilisasi lokasi, patroli, pengaturan lalu lintas, hingga menyiapkan pos kesehatan dan jalur evakuasi.