-
Serangan balasan udara antara Ukraina dan Rusia menewaskan sedikitnya 14 orang warga.
-
Drone Ukraina berhasil menghantam kilang minyak, pangkalan udara, dan gudang logistik Rusia.
-
Intensitas serangan jarak jauh meluas hingga 1.300 kilometer dari garis depan pertempuran.
Suara.com - Perang udara jarak jauh antara pasukan Ukraina dan Rusia merenggut sedikitnya 14 nyawa di kedua belah pihak. Kyiv secara masif memperluas target gempuran drone hingga jauh menembus benteng ekonomi dan energi di dalam wilayah Rusia.
Taktik baru militer Ukraina kini berfokus melumpuhkan urat nadi logistik serta infrastruktur penyokong dana perang Moskow. Langkah strategis ini diambil untuk melemahkan daya tahan tempur Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Gempuran terbaru membuktikan kemampuan armada pesawat nirawak Kyiv menjangkau sasaran sipil dan vital hingga ribuan kilometer dari garis depan. Moskow mengklaim berhasil menjatuhkan 635 drone, namun gelombang serangan yang masif tetap menembus benteng pertahanan udara mereka.

Di wilayah Udmurtia yang berjarak lebih dari 1.300 kilometer dari medan tempur, hantaman drone terhadap sebuah mobil menewaskan tiga warga sipil. Insiden tersebut memicu keprihatinan mendalam dari pejabat pemerintah daerah setempat.
"Tindakan ini sangat tidak masuk akal dalam kekejamannya. Orang-orang ini dipastikan bukan target militer," kata Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).
Wilayah Saratov dan Engels turut menjadi sasaran tembak utama dalam gelombang gempuran pesawat nirawak tersebut. Dua orang dilaporkan tewas setelah satu unit bangunan tempat tinggal di Engels dihantam proyektil.
Pemerintah militer Ukraina mengonfirmasi telah melancarkan serangan sukses ke kilang minyak Saratov serta pangkalan udara strategis Engels. Kobaran api hebat dilaporkan membumbung tinggi di kedua fasilitas penting milik Rusia tersebut.
Selain pangkalan udara dan fasilitas pengolahan minyak, unit militer Ukraina juga menghantam depot penyimpanan bahan bakar di wilayah Kaluga. Penyerangan bertubi-tubi ini menargetkan simpul bahan bakar yang menyuplai armada perang Rusia.
Empat warga sipil tambahan tewas di kawasan Belgorod yang berbatasan langsung dengan wilayah perbatasan Ukraina. Salah satu korban meninggal merupakan seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang berada di dekat area bermain.
Drone tentara Ukraina juga menyasar gudang logistik milik perusahaan ritel raksasa Wildberries di kawasan Samara. Lokasi pergudangan tersebut berjarak sekitar 800 kilometer dari posisi terdepan pasukan militer Ukraina.
Penjabat Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden di gudang Wildberries. Petugas pemadam kebakaran setempat bergerak cepat memadamkan kobaran api yang sempat timbul akibat ledakan.
Sejak pertengahan Juli, sedikitnya selusin fasilitas milik Wildberries telah menjadi target serangan drone Ukraina. Perusahaan e-commerce terbesar ini dipandang sebagai tulang punggung ekonomi konsumen yang dijuluki sebagai Amazon versi Rusia.
Rangkaian gempuran jarak jauh ini menjadi bukti perubahan dinamika perang yang kian meluas ke kawasan pemukiman dan pusat industri. Pertempuran tidak lagi terbatas pada garis pertempuran fisik di wilayah perbatasan semata.
Isu kekurangan pasokan amunisi pertahanan udara Patriot juga terus membayangi Ukraina di tengah meningkatnya intensitas gempuran balasan. Kondisi ini membuat pertahanan udara di kedua belah pihak berada dalam tekanan yang sangat krusial.