Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB
Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?
Bursa Saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Trump kehabisan opsi ekonomi untuk menekan inflasi dan harga BBM menjelang pemilu sela.

  • Konflik militer di Iran dan kebijakan tarif impor menjadi pemicu utama kenaikan harga barang.

  • Partai Demokrat memanfaatkan krisis biaya hidup warga untuk menggalang dukungan suara pada pemilu.

Suara.com - Donald Trump menghadapi celah kebijakan yang kian sempit untuk meredam lonjakan inflasi dan stagnasi upah dalam kurun 3 bulan menjelang pemilu dan di tengah perang AS - Iran. Keterbatasan instrumen ekonomi mendadak ini memberi ruang bagi Partai Demokrat untuk merebut kendali di AS.

Tekanan finansial masyarakat makin memuncak akibat perang dengan Iran serta penerapan tarif impor baru yang memicu kenaikan harga pangan dan bahan bakar. Pemerintah dinilai enggan mengenyampingkan instrumen politik luar negeri tersebut meski dampaknya membebankan warga.

Pilihan darurat seperti pembagian cek insentif atau pelepasan cadangan minyak dinilai pengamat justru memicu pembengkakan anggaran jangka panjang.

Amerika Serikat serang Iran (Dok Centrom)
Amerika Serikat serang Iran (Dok Centrom)

“Tidak banyak pilihan yang tersedia dalam kerangka waktu 14 minggu yang biayanya di kemudian hari tidak lebih besar daripada manfaat yang diberikannya saat ini,” kata Patrick Harker, seorang profesor di Wharton School University of Pennsylvania sekaligus mantan presiden Federal Reserve Bank Philadelphia, dikutip dari LA Times, Jumat (31/7/2026).

Langkah Bank Sentral AS (The Fed) menahan suku bunga acuan turut memperpanjang ketidakpastian inflasi dalam negeri AS. Keputusan ini menolak tekanan Trump yang menginginkan penurunan suku bunga guna menekan biaya pinjaman.

Kerusakan fasilitas kilang minyak di Timur Tengah akibat konflik membuat pemulihan harga BBM mustahil tercapai dalam waktu dekat. Dampak lanjutan dari biaya logistik ini telah mengendap pada penetapan harga barang pokok di tingkat pengecer.

Sejarah pemilu menunjukkan partai penguasa kerap kehilangan kursi Parlemen ketika masyarakat memandang kondisi perekonomian secara pesimistis. Fenomena ini muncul di tengah laju bursa saham yang tinggi dan ketahanan pasar tenaga kerja.

Penurunan harga konsumen pada Juni lalu tidak bertahan lama setelah konflik militer AS dan Iran kembali memanas. Laju pertumbuhan ekonomi AS tercatat lambat di angka 1,5 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Harga rata-rata BBM nasional merangkak naik melebihi 4 dolar AS per galon seiring naiknya harga minyak mentah Brent ke posisi 90 dolar AS per barel. Eskalasi militer kedua negara memicu gangguan rantai pasok energi global secara beruntun.

baca juga

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi telah menjadi prioritas utama sejak hari pertama pemerintahan.

“Menurunkan biaya, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan upah, dan mempercepat pertumbuhan.”

Ia menambahkan bahwa investasi skala besar berhasil ditarik masuk, serta harga obat resep dan bahan pokok tertentu berhasil ditekan.

“mendorong situasi Iran menuju penyelesaian yang sukses, rakyat Amerika dapat mengandalkan terus meningkatnya laju pertumbuhan upah riil dan ekonomi.”

Trump secara terbuka mengklaim kondisi ekonomi domestik dalam keadaan kuat dengan menunjuk pembukaan pabrik otomotif baru. Ia turut mengecam langkah Bank Sentral yang memilih tidak mengubah tingkat suku bunga acuan.

"Mereka ingin mempertahankan suku bunga tetap tinggi, tetapi kami akan berjuang menghadapi hal ini," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Distro ke Pasar Global, Ini Rahasia Brand Lokal Asal Banyuwangi

Dari Distro ke Pasar Global, Ini Rahasia Brand Lokal Asal Banyuwangi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:18 WIB

AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota

AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:08 WIB

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Foto | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:07 WIB

Terkini

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

100 Hari Kerja, Kepala BGN Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG hingga Kembalikan Rp44 Triliun ke Negara

100 Hari Kerja, Kepala BGN Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG hingga Kembalikan Rp44 Triliun ke Negara

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Bagaimana Cara Mengurus KTP yang Hilang Saat Berada di Luar Kota atau Beda Domisili?

Bagaimana Cara Mengurus KTP yang Hilang Saat Berada di Luar Kota atau Beda Domisili?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Peta Jalan Elektrifikasi Motor Listrik Sasar Ojol dan Kendaraan Dinas Mulai 2027

Peta Jalan Elektrifikasi Motor Listrik Sasar Ojol dan Kendaraan Dinas Mulai 2027

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Prabowo Bertemu Menlu Singapura, DPR Ingatkan soal Karhutla hingga Investasi

Prabowo Bertemu Menlu Singapura, DPR Ingatkan soal Karhutla hingga Investasi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13 WIB

Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan

Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

5 Urutan Skincare Hada Labo Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Kencang dan Lembap

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×