- Presiden Prabowo dan PM Anutin menyepakati kemitraan strategis di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (3/8/2026).
- Kedua pemimpin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis 2026–2030 untuk memperkuat kerja sama pangan, energi, dan ekonomi digital.
- Pertemuan tersebut juga menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman pendidikan guna meningkatkan pengembangan sumber daya manusia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati penguatan kemitraan strategis Indonesia-Thailand melalui kerja sama di berbagai sektor prioritas, mulai dari ketahanan pangan, energi, ekonomi digital, hingga konektivitas antarnegara.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026), yang sekaligus menghasilkan adopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 sebagai panduan kerja sama kedua negara dalam lima tahun ke depan.
Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan Indonesia dan Thailand memiliki kepentingan yang sama untuk memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, sistem logistik, pengolahan pangan, hingga penguatan rantai pasok.
"Kita juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan, mulai dari teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," kata Prabowo.
Di sektor energi, kedua negara sepakat membentuk Indonesia–Thailand Energy Forum sebagai wadah kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan.
Sementara itu, pada sektor ekonomi digital, Indonesia dan Thailand akan memperluas penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) guna meningkatkan efisiensi perdagangan bilateral.
Prabowo juga menilai kedua negara memiliki peluang besar memperkuat industri halal karena sama-sama memiliki keunggulan di sektor tersebut.
"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai industri halal regional dan global," ujarnya.
Kerja sama juga diperluas di bidang konektivitas melalui pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta–Bangkok dan Denpasar–Phuket.
Pemerintah berharap rute tersebut mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, dan perdagangan.
Selain mengesahkan Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia.
"Penandatanganan MoU di bidang pendidikan untuk mempererat kerja sama pengembangan sumber daya manusia kedua negara," pungkasnya.