Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
Selat Hormuz (FOX)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat mengancam mengambil alih pemungutan tarif pelayaran kapal di kawasan Selat Hormuz.

  • Gencatan senjata batal setelah AS membombardir Iran dan membalas serangan pangkalan militer.

  • Iran menutup Selat Hormuz sedangkan AS membalasnya dengan memberlakukan blokade pelabuhan Iran.

Suara.com - Amerika Serikat mengambil alih kendali jalur perdagangan Selat Hormuz dengan merebut hak pemungutan tarif pelayaran kapal niaga dari tangan Iran. Langkah drastis Washington ini mengubah krisis geopolitik menjadi aksi penguasaan ekonomi langsung di perairan strategis tersebut.

Pemerintah AS menegaskan tidak akan membiarkan otoritas Iran menarik retribusi terhadap kapal logistik yang melintasi koridor laut vital dunia. Langkah tegas tersebut berpotensi memicu eskalasi militer baru di sepanjang kawasan Timur Tengah.

Donald Trump secara terbuka menegaskan kesiapan pemerintahannya untuk bertindak sebagai pengelola tunggal tarif perlintasan di wilayah itu.

Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]

"Harus begitu. Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan, Senin.

Pernyataan bernada ancaman tersebut disampaikan merespons pertanyaan media terkait peluang Iran membuka kembali jalur navigasi bebas bagi armada internasional. Washington memilih mengambil alih peran fiskal ketimbang membiarkan Teheran memegang kendali atas arus niaga global.

Eskalasi perselisihan kedua negara makin tidak terkendali sejak batalnya kesepakatan damai yang sebelumnya sempat dicapai. Militer AS langsung melancarkan rentetan gempuran ke sejumlah wilayah strategis Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi aksi pemboman udara itu merupakan aksi balasan atas provokasi Iran terhadap kapal niaga. Armada tempur Amerika diposisikan untuk mengamankan kelancaran navigasi dari gangguan Teheran.

Pemerintah Iran merespons gempuran tersebut dengan meluncurkan serangan balasan ke basis-basis militer AS di kawasan Mutiara Hitam. Pangkalan militer Amerika di beberapa negara Timur Tengah menjadi sasaran tembak rudal Teheran.

Penutupan total jalur Selat Hormuz akhirnya resmi diumumkan oleh otoritas Iran sebagai bentuk perlawanan terbuka. Langkah penutupan akses logistik dunia itu ditetapkan berlaku sampai seluruh campur tangan militer AS dihentikan.

baca juga

Donald Trump menjawab blokade tersebut dengan menobatkan Amerika Serikat secara sepihak sebagai penjaga resmi Selat Hormuz. Gedung Putih sekaligus memberlakukan kembali isolasi dan blokade terhadap seluruh pelabuhan utama milik Iran.

Ketegangan bersenjata antara Washington dan Teheran sebenarnya sempat mereda lewat jalur diplomasi pada pertengahan tahun. Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri pertikaian yang membara sejak 28 Februari.

Namun, kepatuhan diplomasi tersebut tidak bertahan lama akibat perbedaan ketat dalam interpretasi keamanan perairan. Donald Trump secara mengejutkan membatalkan kesepakatan gencatan senjata secara sepihak pada 8 Juli dan memicu krisis baru di Selat Hormuz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Terkini

Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz

Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi

Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global

Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global

Entertainment | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:35 WIB

4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!

4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:34 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak

IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Gajah Jovi Mati setelah Sebulan Dirawat Intensif di PLG Minas

Gajah Jovi Mati setelah Sebulan Dirawat Intensif di PLG Minas

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas

Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!

Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Merdeka dari Standar Cantik: Perlawanan Perempuan terhadap Beauty Pressure

Merdeka dari Standar Cantik: Perlawanan Perempuan terhadap Beauty Pressure

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:28 WIB

×