Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
Menteri P2MI, Mukhtarudin dalam Konferensi Pers Asta Mandala SMK Go Global, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka pelaksanaan program untuk menyiapkan 500 ribu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing global hingga 2029.

Asta Mandala SMK Go Global diperkenalkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin dalam Konferensi Pers Asta Mandala SMK Go Global, di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian P2MI, Jalan MT Haryono Kavling 52, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Mukhtarudin mengatakan, program ini menjadi bagian dari transformasi Kementerian P2MI untuk memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia sejak sebelum penempatan, saat bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Tanah Air.

"Kami melakukan transformasi kelembagaan, sistem, dan budaya kerja," katanya.

Suasana acara Silaturahmi bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terkait Program SMK Go Global di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian P2MI, Jalan MT Haryono Kavling 52, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
Suasana Konferensi Pers Asta Mandala SMK Go Global di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian P2MI, Jalan MT Haryono Kavling 52, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Mukhtarudin menjelaskan, Kementerian P2MI juga telah menyusun grand design pengembangan kelembagaan hingga 2045 sebagai arah pembangunan pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya. pemerintah juga mengubah paradigma penempatan pekerja migran dari tenaga kerja berkeahlian rendah menuju tenaga kerja dengan kompetensi medium hingga high skill sesuai kebutuhan industri global.

Sebagai bagian dari percepatan program, pemerintah menargetkan penyiapan dan penempatan 500 ribu CPMI secara bertahap hingga 2029. Target itu terdiri atas 40 ribu CPMI pada 2026, 140 ribu pada 2027, 180 ribu pada 2028, dan 140 ribu pada 2029.

Mukhtarudin menjelaskan, pelatihan peserta dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan yang telah terverifikasi.

"Bukan dilatih dulu baru ditempatkan," ujar Mukhtarudin.

baca juga

Ia menyebut, peserta akan dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri sehingga memiliki peluang lebih besar untuk langsung bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Program SMK Go Global dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Singapura, Turki, Maladewa, serta beberapa negara lain yang telah memiliki kebutuhan tenaga kerja.

Pendaftaran program dijadwalkan mulai dibuka pada 12 Agustus 2026 melalui 23 balai pelatihan Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.

Dalam kesempatan itu, Mukhtarudin juga memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka utama pelaksanaan program.

Asta Mandala SMK Go Global dibangun melalui dua pilar utama, yakni Panca Sukses sebagai strategi pelaksanaan program dan Tri Dampak sebagai hasil yang ingin dicapai.

Panca Sukses menjadi strategi utama dalam pelaksanaan program yang mencakup peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global, pelindungan pekerja migran melalui penempatan yang legal dan aman, penempatan berbasis kebutuhan industri, peningkatan kesejahteraan melalui remitansi, serta tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas

Indonesia-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Kunjungan Menteri P2MI ke BTP Perkuat Jalur Karier Internasional bagi SDM Hospitality

Kunjungan Menteri P2MI ke BTP Perkuat Jalur Karier Internasional bagi SDM Hospitality

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:58 WIB

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI

Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI

News | Senin, 18 Mei 2026 | 12:27 WIB

Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI

Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:20 WIB

Kementerian P2MI Raih Peringkat 5 Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

Kementerian P2MI Raih Peringkat 5 Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

News | Senin, 15 Desember 2025 | 18:21 WIB

Kementerian P2MI Paparkan Kemajuan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Hadapan Komite PBB

Kementerian P2MI Paparkan Kemajuan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Hadapan Komite PBB

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 21:13 WIB

Terkini

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

Sepatu Lycan Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaiknya

Sepatu Lycan Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaiknya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

×