- Lansia bernama Akiam menabrak Mikrotrans JakLingko berkecepatan tinggi di Jakarta Barat pada 25 Juli 2026.
- Korban mengalami patah tulang tangan dan hidung serta langsung dilarikan warga ke rumah sakit terdekat.
- Pramudi dipecat karena berupaya menutupi insiden, sementara Transjakarta memastikan proses pertanggungjawaban korban berjalan tuntas.
Suara.com - Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan armada Mikrotrans JakLingko kembali mencoreng wajah transportasi publik Ibu Kota.
Kali ini, seorang lansia berusia 81 tahun bernama Akiam menjadi korban tabrakan saat hendak pergi ke pasar menggunakan sepeda motor.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 07.55 WIB di Jalan Tomang Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Armada yang terlibat merupakan Mikrotrans rute JAK 54 jurusan Grogol–Bendungan Hilir yang dioperasikan Koperasi Komilet Jaya dengan nomor kendaraan KMJ 2104.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan rekaman kamera pengawas, kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tiba-tiba berpindah jalur dan menabrak korban yang berada di jalur yang benar.
Akibat benturan keras tersebut, Akiam mengalami patah tulang pada tangan dan hidung, serta merasakan nyeri di bagian dada. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar.
Yang menjadi sorotan, pramudi Mikrotrans tersebut diketahui sempat berupaya menutupi kejadian dari pihak operator maupun Transjakarta.
Upaya menyembunyikan fakta itu baru terungkap setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.
Atas perbuatannya, sang pramudi akhirnya dijatuhi sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh pihak operator.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, membenarkan kronologi kejadian tersebut melalui pernyataan resmi.
Ayu menjelaskan bahwa proses pertanggungjawaban terhadap korban saat ini masih terus berjalan.
"Proses penyelesaian dan pertanggungjawaban dengan pihak korban (pengendara sepeda motor) sedang berjalan," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (5/8/2026).
Ia menegaskan bahwa Transjakarta akan terus mengawal jalannya proses tersebut hingga tuntas.
"Transjakarta terus mengawal dan memastikan proses penyelesaian antara pihak operator dan korban berjalan dengan baik," lanjut Ayu.
Mewakili Transjakarta, Ayu turut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik atas insiden yang terjadi.
Selain itu, Ayu juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kendala yang ditemui di lapangan.
"Transjakarta juga menghimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk dapat segera melaporkan setiap kejadian atau kendala di lapangan melalui Call Center 1500-102 atau akun media sosial resmi Transjakarta," pungkasnya.