Gelombang Panas 'Panggang' Korea Selatan, 2 Orang Meninggal

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:43 WIB
Gelombang Panas 'Panggang' Korea Selatan, 2 Orang Meninggal
Ilustrasi termometer tanah yang mengindikasikan indikator suhu ekstrem akibat gelombang panas [Unsplash/Immo Wegmann]
baca 10 detik
  • Seoul menetapkan peringatan gelombang panas tertinggi setelah suhu diprediksi menyentuh 38 derajat Celsius.

  • Sebanyak 185 warga Seoul jatuh sakit dan dua orang dilaporkan meninggal akibat cuaca ekstrem.

  • Pemerintah Seoul menyediakan 4.000 tempat pengungsian dan mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruang.

Suara.com - Otoritas Seoul resmi mengaktifkan status peringatan gelombang panas level tertinggi untuk pertama kalinya usai suhu udara diperkirakan melonjak hingga 38 derajat Celsius. Langkah darurat ini diambil untuk menekan lonjakan korban jiwa akibat cuaca ekstrem yang terus meluas.

Dinas Meteorologi Korea Selatan memberlakukan status bahaya tersebut sejak Selasa pukul 11.00 waktu setempat di wilayah tenggara dan barat laut ibu kota. Kebijakan ini merespons ancaman cuaca terik yang berpotensi membahayakan keselamatan warga secara luas.

Sebanyak 11 distrik vital termasuk Gangnam, Songpa, Gangseo, dan Gwanak kini resmi masuk dalam radius bahaya cuaca panas ekstrem. Wilayah-wilayah padat penduduk tersebut menjadi fokus utama penanganan dampak buruk gelombang panas.

Ilustrasi: Kota Seoul. (Shutterstock)
Ilustrasi: Kota Seoul. (Shutterstock)

Pemerintah menetapkan status darurat ini karena suhu yang dirasakan warga telah menyentuh batas kritis 38 derajat Celsius. Selain itu, ambang batas ditetapkan jika suhu harian mencapai 39 derajat Celsius atau bertahan di atas 35 derajat Celsius selama dua hari beruntun.

Dikutip dari Yonhap, ancaman lonjakan kasus penyakit akibat paparan panas kini menjadi perhatian serius pemerintah kota. Laporan resmi mencatat setidaknya 18 warga Seoul terserang penyakit akibat panas hanya dalam kurun waktu satu hari pada Senin.

Secara kumulatif, jumlah korban terdampak cuaca panas ekstrem di ibu kota Korea Selatan telah menembus 185 orang sejak pertengahan Mei. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa dua di antaranya meninggal dunia akibat kondisi fatal tersebut.

Mengantisipasi memburuknya situasi, pemerintah kota bergerak cepat mengintensifkan berbagai tindakan mitigasi di lapangan. Petugas dikerahkan untuk menyiramkan air ke jalan-jalan protokol guna menurunkan suhu permukaan kota secara mendadak.

Perhatian ekstra juga diarahkan langsung kepada kelompok masyarakat rentan yang bermukim di kawasan pemukiman padat. Perlindungan khusus diberikan agar kelompok marginal ini terhindar dari risiko dehidrasi dan heatstroke.

Sebagai langkah nyata, otoritas Seoul telah menyiagakan sekitar 4.000 titik lokasi sebagai pusat pengungsian gelombang panas. Fasilitas umum seperti pusat komunitas hingga balai lansia dialihfungsikan menjadi tempat perlindungan berpendingin udara.

baca juga

Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan turut memancar pesan peringatan massal secara berkala ke seluruh ponsel warga. Masyarakat diminta mengonsumsi banyak air putih dan memperbanyak waktu istirahat di ruangan ber-AC.

Instruksi tegas juga diberikan agar warga menghentikan seluruh agenda kegiatan di luar ruangan selama puncak suhu panas terjadi. Pihak berwenang mengimbau warga untuk saling memantau kondisi kesehatan anggota keluarga masing-masing secara berkala.

Sebagai informasi, sistem Peringatan Gelombang Panas berbasis suhu yang dirasakan (perceived temperature) ini baru resmi diperkenalkan oleh otoritas Korea Selatan pada 1 Juni lalu. Kebijakan anyar ini dirancang untuk memberikan respons dini yang lebih akurat terhadap ancaman perubahan iklim global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan

Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:39 WIB

Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi

Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!

Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Daftar Artis yang Pernah Jadi Sinden OVJ, Ada Dewi Gita hingga Winda Viska

Daftar Artis yang Pernah Jadi Sinden OVJ, Ada Dewi Gita hingga Winda Viska

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 10:42 WIB

Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank

Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

Bakal Ada BUK Migas seperti Usul DPR, Potong Birokrasi Langsung di Bawah Presiden

Bakal Ada BUK Migas seperti Usul DPR, Potong Birokrasi Langsung di Bawah Presiden

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

Polisi Kantongi Identitas Pria yang Tendang Wanita di Mall Senayan, Pelaku Kini Dikejar

Polisi Kantongi Identitas Pria yang Tendang Wanita di Mall Senayan, Pelaku Kini Dikejar

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

Bolehkah Menyiram Bunga Es Kulkas dengan Air Panas? Ini 7 Cara yang Aman

Bolehkah Menyiram Bunga Es Kulkas dengan Air Panas? Ini 7 Cara yang Aman

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:40 WIB

Arab Saudi Beli Jet Tempur F-35 dari AS Rp 431,2 Trilun saat Lagi Perang dengan Houthi

Arab Saudi Beli Jet Tempur F-35 dari AS Rp 431,2 Trilun saat Lagi Perang dengan Houthi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:39 WIB

Bantuan IPB University dan ARM HA-IPB Tiba di Labuan Bajo, Ribuan Paket Pangan Siap Disalurkan

Bantuan IPB University dan ARM HA-IPB Tiba di Labuan Bajo, Ribuan Paket Pangan Siap Disalurkan

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 10:32 WIB

Defisit APBN Tembus Rp 240,1 Triliun per Agustus 2026, Setara 0,93% PDB

Defisit APBN Tembus Rp 240,1 Triliun per Agustus 2026, Setara 0,93% PDB

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:31 WIB

Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?

Kasus ISPA Melonjak Akibat Karhutla, Bagaimana Pemerintah Seharusnya Bersikap?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:29 WIB

Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk

Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk

Jakarta | Jum'at, 18 September 2026 | 10:26 WIB

×