Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Minta Sekutu Pasok Amunisi Pencegat

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Minta Sekutu Pasok Amunisi Pencegat
Ilustrasi Sistem Rudal Balistik Burkan (militarytoday.com)
baca 10 detik
  • Presiden Zelenskyy mendesak sekutu mempercepat pengiriman rudal pencegat akibat penurunan pasokan yang drastis.

  • Serangan rudal balistik dan drone Rusia di kawasan Kyiv menewaskan sedikitnya 17 orang warga.

  • Intelijen Ukraina mendeteksi penempatan unit rudal Korea Utara berkapasitas 120 rudal di barat Rusia.

Suara.com - Kelangkaan amunisi pencegat memperparah krisis keamanan Ukraina di tengah gempuran masif rudal balistik dan pesawat nirawak Rusia. Pasokan sistem pertahanan udara dari negara-negara mitra merosot tajam hingga sepertiga dari total pengiriman pada tahun sebelumnya.

Kondisi kritikal ini memicu jatuhnya 17 korban jiwa dalam gelombang serangan udara terbaru yang menghantam ibu kota Kyiv dan sekitarnya pada Rabu dini hari. Padahal, angkatan udara setempat berhasil menjatuhkan lebih dari 80 persen drone musuh menggunakan armada yang tersisa.

Kelambatan keputusan politik negara sekutu kini berdampak langsung pada hilangnya nyawa warga sipil di benteng pertahanan utama. Zelenskyy menegaskan keberadaan stok amunisi pencegat di gudang para mitra sebenarnya sangat mencukupi untuk menangkis ancaman tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)

Presiden Ukraina menyampaikan pesan mendesak melalui saluran media sosial miliknya pada hari Rabu.

"Pasokan kemampuan anti-balistik dari mitra telah menurun secara signifikan tahun ini. Jumlah rudal pertahanan udara yang dipasok telah turun tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2025," kata Zelenskyy dikutip dari NHK, Kamis (6/8/2026).

Kecepatan manufaktur dan distribusi logistik pertahanan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa masyarakat di area konflik.

Eskalasi pertempuran berisiko semakin memburuk menyusul masuknya kekuatan militer asing baru ke kawasan perbatasan barat Rusia. Badan intelijen militer Ukraina mengonfirmasi pergerakan unit tentara Korea Utara yang berpotensi membawa 120 unit rudal balistik tambahan.

Keterlibatan langsung pasukan Pyongyang dalam serangan mendatang memicu kekhawatiran global akan lonjakan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Hubungan militer yang kian erat antara Rusia dan Korea Utara kini menciptakan ancaman geopolitik baru di kawasan Eropa Timur.

Sejak ketegangan bersenjata memuncak, Ukraina sangat bergantung pada pasokan armada pertahanan udara barat seperti sistem Patriot dan NASAMS. Penurunan volume bantuan logistik pertahanan sepanjang tahun 2026 membuat celah keamanan udara semakin terbuka lebar bagi serangan jarak jauh Rusia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Terkini

Antrian Pertalite Panjang dan Harganya Mau Naik? Menko Airlangga Kasih Bocoran Ini

Antrian Pertalite Panjang dan Harganya Mau Naik? Menko Airlangga Kasih Bocoran Ini

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Hentikan Stase PPDS dr. Elda Putri Rahardini

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Hentikan Stase PPDS dr. Elda Putri Rahardini

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Berapa Harga Lipstik YSL Asli? Ini Daftarnya dari yang Termurah

Berapa Harga Lipstik YSL Asli? Ini Daftarnya dari yang Termurah

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Jatim Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di Jawa, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Turun

Jatim Pimpin Pertumbuhan Ekonomi di Jawa, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Turun

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Tanpa Amerika, Iran dan Oman Finalisasi Rute Pelayaran Selat Hormuz Agar Tidak Bersengketa

Tanpa Amerika, Iran dan Oman Finalisasi Rute Pelayaran Selat Hormuz Agar Tidak Bersengketa

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Fireflies of Winter: Antologi Romantis Tentang Harapan yang Nyaris Padam

Fireflies of Winter: Antologi Romantis Tentang Harapan yang Nyaris Padam

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?

Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Hasil Pertemuan di Bandung, Kemenhut Perkuat Strategi Diplomasi Kehutanan Indonesia

Hasil Pertemuan di Bandung, Kemenhut Perkuat Strategi Diplomasi Kehutanan Indonesia

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby

Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Purbaya: Siapapun Tak Ikuti Saya, Anggarannya Akan Dipotong, Termasuk Polisi-TNI

Purbaya: Siapapun Tak Ikuti Saya, Anggarannya Akan Dipotong, Termasuk Polisi-TNI

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:25 WIB

×