- Peneliti Lesperssi Beni Sukadis mengkritik wacana pengangkatan pengusaha Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan.
- Norman dinilai tidak memiliki kapasitas birokrasi pemerintahan karena latar belakangnya hanya berasal dari sektor bisnis pertahanan swasta.
- Penunjukan tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang dapat merusak iklim sehat industri pertahanan nasional Indonesia.
Sumber di lingkungan pemerintahan menyebut nama Norman menguat karena dinilai memahami industri pertahanan dari sisi bisnis dan telah lama terlibat dalam pengembangan alutsista nasional.
Norman juga bukan sosok baru di lingkaran Prabowo.
Saat Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan, Norman ikut menandatangani kerja sama pengadaan rudal permukaan-ke-permukaan Cakir dan rudal pertahanan udara Sungur dengan industri pertahanan Turki pada Agustus 2024.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Istana mengenai kabar pengangkatannya sebagai Wakil Menteri Pertahanan.