Akui Komentar Tak Berempati ke Pasien, Perawat RSA UGM Dihentikan Praktik dan Terancam Sanksi Berat

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Akui Komentar Tak Berempati ke Pasien, Perawat RSA UGM Dihentikan Praktik dan Terancam Sanksi Berat
RSA UGM - (rsa.ugm.ac.id)
baca 10 detik
  • RSA UGM merekomendasikan sanksi berat bagi perawat berinisial DPA akibat komentar nirempati terhadap pasien Yurizal.
  • Pihak rumah sakit melarang perawat berstatus pegawai kontrak tersebut melakukan praktik keperawatan secara sementara sejak Jumat.
  • RSA UGM akan berkoordinasi dengan PPNI untuk menentukan keputusan final terkait bentuk sanksi kategori berat tersebut.

Suara.com - Kasus komentar nirempati terhadap pasien bernama Yurizal di media sosial berbuntut serius. Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM merekomendasikan sanksi berat terhadap seorang perawat yang diduga ikut memberikan komentar jahat dalam unggahan tersebut.

Direktur RSA UGM Darwito menuturkan rekomendasi tersebut merupakan hasil investigasi yang dilakukan tim etik dan hukum rumah sakit bersama Komite Keperawatan, Kepala Bagian Keperawatan, hingga unsur sumber daya manusia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim menyimpulkan tindakan yang dilakukan perawat berinisial DPA tersebut melanggar kode etik profesi.

"Ada beberapa masukan, ada beberapa opsi yaitu bahwa yang bersangkutan memang dikenakan sanksi, ya itu sesuai dengan etika dari (Persatuan) Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Sanksinya itu kategori berat dari PPNI," kata Darwito kepada awak media, Jumat (7/8/2026).

Disampaikan Darwito, bentuk sanksi berat tersebut belum diputuskan. Saat ini RSA UGM masih akan berkoordinasi dengan PPNI untuk menentukan keputusan akhir.

Menurutnya, keputusan final harus tetap mengacu pada mekanisme organisasi profesi agar menjunjung rasa keadilan sekaligus memberikan efek jera bagi tenaga kesehatan agar tidak sembarangan menggunakan media sosial.

"Sehingga yang bersangkutan mesti dikenakan sanksi, tapi karena ini adalah kita akan melakukan koordinasi dengan PPNI untuk supaya yang bersangkutan juga punya efek jera, dan juga memberikan pelajaran bagi nakes untuk menggunakan sosial media yang memang harus mempunyai aturan-aturan etika," tegasnya.

Almarhum Yusrizal pasien BPJS (Instagram/urra.official)
Almarhum Yusrizal pasien BPJS (Instagram/urra.official)

Dalam proses pemeriksaan, kata Darwito, perawat yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya. Selain memberikan klarifikasi, yang bersangkutan juga menyampaikan permintaan maaf.

Kendati demikian, hal tersebut tidak menghapus konsekuensi etik karena tindakan yang dilakukan dinilai berdampak buruk terhadap citra profesi keperawatan.

baca juga

"Tetap hal yang dilakukan kan juga mempunyai efek enggak baik itu kalau misalnya dilakukan, yaitu dengan melanggar kode etik perawat," tandasnya.

Darwito menegaskan, selama menunggu proses penetapan sanksi oleh organisasi profesi, RSA UGM telah lebih dulu menjatuhkan sanksi internal.

Perawat berstatus pegawai kontrak yang baru bertugas sekitar satu tahun itu untuk sementara tidak diperbolehkan memberikan pelayanan maupun menjalankan praktik keperawatan di lingkungan rumah sakit.

"Iya, sementara mesti langsung kita lakukan untuk tidak boleh praktik dia sebagai perawat, enggak boleh praktik perawat di keperawatan," ungkapnya.

Larangan praktik tersebut mulai berlaku sejak hasil investigasi internal diputuskan. Langkah itu diambil agar proses penegakan etik berjalan lebih cepat sembari menunggu koordinasi lanjutan dengan PPNI mengenai bentuk sanksi profesi yang akan dijatuhkan.

Darwito menambahkan, sejauh ini hanya satu tenaga kesehatan di RSA UGM yang terlibat dalam kasus tersebut.

Ia berharap penindakan itu menjadi pembelajaran bagi seluruh tenaga kesehatan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tetap menjunjung tinggi kode etik profesi, baik sebagai perawat maupun dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN

Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:26 WIB

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:44 WIB

KKI Kantongi 10 Nakes Hina Pasien BPJS di Medsos, Dokter hingga Perawat Bakal Dipanggil

KKI Kantongi 10 Nakes Hina Pasien BPJS di Medsos, Dokter hingga Perawat Bakal Dipanggil

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati

Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih

Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Terkini

Remaja Membabi Buta Tembak Puluhan Murid di Sekolah Thailand, 2 Tewas dan 20 Orang Terluka

Remaja Membabi Buta Tembak Puluhan Murid di Sekolah Thailand, 2 Tewas dan 20 Orang Terluka

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:01 WIB

57 Detik yang Mengubah Segalanya: Menyelami Tragedi di Novel Ken Terate

57 Detik yang Mengubah Segalanya: Menyelami Tragedi di Novel Ken Terate

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Senyum Tipis Febrie Adriansyah Saat Tiba di Kejagung, Tangan Terborgol dan Pakai Rompi Pink

Senyum Tipis Febrie Adriansyah Saat Tiba di Kejagung, Tangan Terborgol dan Pakai Rompi Pink

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Ketika Warga Desa Harapan Tergusur Demi Proyek Strategis Nasional, Apa yang Terjadi?

Ketika Warga Desa Harapan Tergusur Demi Proyek Strategis Nasional, Apa yang Terjadi?

Sulsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Review Skin1004 Hyalu-Cica Water-Fit Sun Serum: Sunscreen Viral Tanpa Whitecast, Worth It to Buy?

Review Skin1004 Hyalu-Cica Water-Fit Sun Serum: Sunscreen Viral Tanpa Whitecast, Worth It to Buy?

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Sampah Menggunung Halangi Jalan ke SDN Kedaung Kali Angke, Pramono Singgung Pola Serupa Kramat Jati

Sampah Menggunung Halangi Jalan ke SDN Kedaung Kali Angke, Pramono Singgung Pola Serupa Kramat Jati

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Kenakan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol, Febrie Adriansyah Dibawa ke Kejagung untuk Diperiksa

Kenakan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol, Febrie Adriansyah Dibawa ke Kejagung untuk Diperiksa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Beralih ke Mobil Listrik? Ini Panduan Cara Merawatnya agar Tetap Optimal dan Awet

Beralih ke Mobil Listrik? Ini Panduan Cara Merawatnya agar Tetap Optimal dan Awet

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:48 WIB

Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop

Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Singapura Siapkan Cara Khusus Matikan Mitchell Baker, John Herdman Harus Putar Otak

Singapura Siapkan Cara Khusus Matikan Mitchell Baker, John Herdman Harus Putar Otak

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:46 WIB

×