- Polres Metro Jakarta Selatan akan memeriksa Indra Wargadalem terkait temuan ratusan senjata serta narkoba.
- Temuan ratusan senjata, narkoba, hingga VCD porno tersebut berlokasi di lingkungan sekolah swasta Pondok Pinang.
- Polisi melakukan pemeriksaan saksi dan menyelidiki ruangan bunker tertutup yang kuncinya dibawa oleh terduga pelaku.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Selatan akan memanggil Indra Wargadalem alias IWD mantan Ketua Yayasan sekolah swasta, untuk diperiksa terkait temuan 995 pucuk senjata, narkoba, hingga VCD porno di lingkungan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pemeriksaan dilakukan karena IWD diduga memiliki keterkaitan dengan ruangan tempat seluruh barang bukti tersebut ditemukan.
"Akan kami undang yang kaitan, yang disebutkan yayasan, ada kaitannya dengan pengurus lama, itu menjadi poin dalam pemeriksaan nanti," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Joko mengatakan penyidik lebih dulu memeriksa saksi dari pihak yayasan untuk menelusuri asal-usul barang bukti tersebut. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berlangsung pada Jumat hari ini.
"Sudah ada saksi, dan dijadwalkan hari ini juga ada pemeriksaan. Tentunya, dari keterangan saksi, akan berkembang ke arah mana yang harus kita dalami terkait senjata-senjata ini," ujarnya.
![Ratusan senjata api dan airsoft gun yang ditemukan di ruang kerja ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. [suara.com/istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/06/27752-kasus-senpi-ketu-yayasan-sekolah-pondok-pinang.jpg)
Sita Ratusan Senjata
Kasus ini bermula dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan personel Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan pada 10 Juli 2026 setelah menerima informasi adanya dugaan temuan senjata di salah satu sekolah swasta.
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan 995 unit airsoft gun yang terdiri dari 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun. Selain itu, petugas juga menemukan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
Seluruh senjata api beserta empat laras senjata panjang diamankan di Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara 995 pucuk airsoft gun dititipkan di Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.
Dalam pengembangan penyelidikan, polisi kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine. Penyidik juga mengamankan dua linting yang diduga ganja serta satu paket yang diduga sabu.
Barang bukti narkotika kini ditangani Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan.
Bunker
Penyelidikan juga berkembang setelah pihak yayasan mengungkap masih adanya satu ruangan menyerupai bunker yang belum bisa dibuka karena seluruh kuncinya disebut masih dipegang IWD.
Pihak sekolah meminta kepolisian membuka ruangan tersebut karena diduga masih menyimpan barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara ini.
Menurut kuasa hukum pelapor, Hermawanto, ruangan itu selama bertahun-tahun hanya dapat diakses oleh IWD dan orang-orang kepercayaannya.
Sejak IWD diberhentikan pada 18 April 2026 karena dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan, seluruh kunci ruangan ikut dibawa sehingga pihak sekolah baru mengetahui keberadaan ratusan senjata saat melakukan pembersihan.
Hingga kekinian, Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami asal-usul seluruh barang bukti tersebut, termasuk kemungkinan adanya barang lain yang masih tersimpan di ruangan menyerupai bunker tersebut. (Antara)