- Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai pengangkatan Wakil Menteri Pertahanan merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
- Isu pengusaha industri pertahanan Norman Joesoef menguat untuk dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Sjafrie Sjamsoeddin.
- Hingga Jumat 7 Agustus 2026, belum ada informasi resmi dari Istana terkait kabar pelantikan pejabat baru tersebut.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono merespons kabar yang menyebut pengusaha muda sekaligus pelaku industri pertahanan Norman Joesoef akan dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI.
Meski menilai figur profesional dibutuhkan untuk memperkuat sektor pertahanan, Dave menegaskan keputusan pengangkatan menteri dan wakil menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kabar tersebut. Karena itu, publik sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari Presiden agar memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Dave kepada Suara.com, Jumat (7/8/2026).
Politikus Partai Golkar itu mengatakan Komisi I DPR menghormati sepenuhnya kewenangan Presiden dalam menentukan susunan kabinet, termasuk jika nantinya melakukan perombakan atau menunjuk Wakil Menteri Pertahanan yang baru.
Meski demikian, Dave berpandangan kehadiran figur profesional di lingkungan Kementerian Pertahanan dapat menjadi nilai tambah apabila diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan mempercepat pembangunan sektor pertahanan.
"Pengalaman dan kompetensi di bidang industri pertahanan akan menjadi modal penting dalam mendorong modernisasi alutsista, memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, serta meningkatkan daya saing sektor strategis Indonesia," katanya.
Dave menambahkan, keberhasilan seorang pejabat publik tidak ditentukan oleh latar belakangnya semata, melainkan dari kemampuan menjalankan tugas dan membangun sinergi lintas pemangku kepentingan.
Sebagai mitra kerja Kementerian Pertahanan, Dave juga memastikan Komisi I DPR siap bekerja sama dengan siapa pun yang nantinya ditunjuk Presiden.
"Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, saya siap membangun kemitraan yang konstruktif dengan Kementerian Pertahanan guna mendukung implementasi kebijakan pertahanan nasional dan mewujudkan sistem pertahanan negara yang semakin kuat, modern, dan berdaya saing, siapa pun pejabat yang dipercaya Presiden untuk mengemban amanah tersebut," ungkapnya.
Nama Norman Menguat
Sebelumnya, isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat pada Agustus 2026.
Salah satu nama yang disebut bakal masuk kabinet ialah Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Norman merupakan pendiri sekaligus CEO Republikorp, perusahaan nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan teknologi strategis.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Suara.com dari sumber di lingkungan pemerintahan, Norman dinilai memiliki pengalaman panjang di sektor alutsista dan industri pertahanan sehingga dianggap mampu mendukung percepatan kemandirian industri pertahanan nasional.
Sumber tersebut juga menyebut pelantikan Norman disebut-sebut akan dilakukan bersamaan dengan sejumlah penyesuaian posisi lain dalam kabinet. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari Istana mengenai kabar tersebut.