Siswa Thailand Tembak Mati 5 Guru dan 9 Orang Kritis, Setelah Itu Bunuh Diri

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:56 WIB
Siswa Thailand Tembak Mati 5 Guru dan 9 Orang Kritis, Setelah Itu Bunuh Diri
Penembakan sekolah di Bangkok menewaskan lima guru dan melukai 22 korban lainnya. (Skynews)
baca 10 detik
  • Aksi penembakan sekolah di Bangkok menewaskan lima guru dan melukai 22 orang.

  • Pelaku membunuh kakek neneknya sebelum menembak menggunakan senjata api milik kakeknya.

  • Kepolisian Bangkok masih menyelidiki motif utama di balik aksi penembakan brutal tersebut.

Suara.com - Aksi penembakan massal oleh seorang siswa di pinggiran Bangkok menewaskan lima guru dan menyebabkan 22 orang lainnya mengalami luka-luka, Jumat (7/8/2026). Tragedi berdarah ini mengguncang lingkungan sekolah setelah pelaku nekat melepaskan belasan tembakan secara brutal.

Sembilan korban luka kini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan medis intensif. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa amunisi yang dibawa pelaku disiapkan dalam jumlah besar saat beraksi.

Tragedi ini bermula dari aksi pembunuhan domestik di mana pelaku menghabisi kakeknya sendiri sebelum mendatangi lokasi sekolah. Senjata api yang dipakai menembak merupakan milik sang kakek yang merupakan seorang mantan guru.

Penembakan massal di sekolah Thailand tewaskan tujuh orang termasuk pelaku yang merupakan murid. (Skynews)
Penembakan massal di sekolah Thailand tewaskan tujuh orang termasuk pelaku yang merupakan murid. (Skynews)

Pelaku yang tercatat sebagai siswa aktif di sekolah tersebut datang membawa senjata rakitan keluarga. Ia melepaskan sedikitnya 26 tembakan ke arah area sekolah hingga memicu kepanikan luar biasa.

Petugas kepolisian menemukan 34 putaran amunisi tambahan yang belum sempat ditembakkan di tempat kejadian perkara. Penemuan sisa amunisi ini menegaskan besarnya potensi bahaya dari serangan tersebut.

Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, menyampaikan pembaruan data terkait jumlah korban cedera.

"Menurut data terbaru, 22 orang terluka dalam penembakan ini, dengan sembilan di antaranya dalam kondisi kritis," ujar Pattana Promphat dikutip dari Skynews.

Informasi ini mengoreksi laporan awal kepolisian yang sebelumnya mencatat 15 korban luka dengan dua orang kritis. Sebagian korban mengalami cedera akibat jatuh saat berdesakan menyelamatkan diri dari kejaran tembakan.

Pihak kementerian masih belum memastikan jumlah pasti korban yang terluka murni akibat terkena luka tembak. Tim medis terus melakukan verifikasi fisik terhadap seluruh korban cedera yang dirujuk ke rumah sakit.

baca juga

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand memberikan klarifikasi langsung mengenai total korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Lima guru dipastikan meninggal dunia di lokasi penembakan," tegas Wakil Menteri Dalam Negeri di tempat kejadian.

Pernyataan tersebut merevisi laporan awal pihak kepolisian yang sempat menyebutkan enam korban jiwa. Laporan sebelumnya juga sempat mengabarkan adanya tiga guru dan tiga siswa yang tewas dalam insiden ini.

Juru Bicara Kepolisian, Trairong Phiwphan, menegaskan bahwa aparat bergerak cepat mengusut tuntas motif utama penembakan.

"Senjata api tersebut dipercaya telah diambil oleh pelaku dari anggota keluarga siswa itu sendiri," kata Trairong Phiwphan.

Penyelidikan awal mengarahkan fokus pada riwayat hubungan keluarga serta akses pelaku terhadap senjata api. Polisi menduga adanya konflik internal sebelum pelaku nekat melancarkan aksi penembakan massal di sekolah.

Latar belakang insiden ini bermula ketika pelaku mengeksekusi kedua kakek-neneknya di kediaman pribadi mereka. Setelah melakukan aksi pembunuhan pertama, pelaku langsung menuju sekolah tempatnya menuntut ilmu untuk melanjutkan penembakan.

Penggunaan senjata milik kakek pelaku yang merupakan pensiunan pendidik menjadi poin kunci dalam pengusutan kasus ini. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi penembakan sekolah paling kelam di wilayah pinggiran Bangkok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Buat Ekskul! Polisi Tepis Klaim Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel Terkait Latihan Menembak

Bukan Buat Ekskul! Polisi Tepis Klaim Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel Terkait Latihan Menembak

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Foto Detik-detik Siswa Sembunyi di Bawah Meja saat Penembakan Brutal di Sekolah Nonthaburi Thailand

Foto Detik-detik Siswa Sembunyi di Bawah Meja saat Penembakan Brutal di Sekolah Nonthaburi Thailand

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Teka-teki Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu, Pengurus Baru Ngaku Tak Tahu Asal-usulnya

Teka-teki Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu, Pengurus Baru Ngaku Tak Tahu Asal-usulnya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×