-
Aksi penembakan sekolah di Bangkok menewaskan lima guru dan melukai 22 orang.
-
Pelaku membunuh kakek neneknya sebelum menembak menggunakan senjata api milik kakeknya.
-
Kepolisian Bangkok masih menyelidiki motif utama di balik aksi penembakan brutal tersebut.
Suara.com - Aksi penembakan massal oleh seorang siswa di pinggiran Bangkok menewaskan lima guru dan menyebabkan 22 orang lainnya mengalami luka-luka, Jumat (7/8/2026). Tragedi berdarah ini mengguncang lingkungan sekolah setelah pelaku nekat melepaskan belasan tembakan secara brutal.
Sembilan korban luka kini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan medis intensif. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa amunisi yang dibawa pelaku disiapkan dalam jumlah besar saat beraksi.
Tragedi ini bermula dari aksi pembunuhan domestik di mana pelaku menghabisi kakeknya sendiri sebelum mendatangi lokasi sekolah. Senjata api yang dipakai menembak merupakan milik sang kakek yang merupakan seorang mantan guru.

Pelaku yang tercatat sebagai siswa aktif di sekolah tersebut datang membawa senjata rakitan keluarga. Ia melepaskan sedikitnya 26 tembakan ke arah area sekolah hingga memicu kepanikan luar biasa.
Petugas kepolisian menemukan 34 putaran amunisi tambahan yang belum sempat ditembakkan di tempat kejadian perkara. Penemuan sisa amunisi ini menegaskan besarnya potensi bahaya dari serangan tersebut.
Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, menyampaikan pembaruan data terkait jumlah korban cedera.
"Menurut data terbaru, 22 orang terluka dalam penembakan ini, dengan sembilan di antaranya dalam kondisi kritis," ujar Pattana Promphat dikutip dari Skynews.
Informasi ini mengoreksi laporan awal kepolisian yang sebelumnya mencatat 15 korban luka dengan dua orang kritis. Sebagian korban mengalami cedera akibat jatuh saat berdesakan menyelamatkan diri dari kejaran tembakan.
Pihak kementerian masih belum memastikan jumlah pasti korban yang terluka murni akibat terkena luka tembak. Tim medis terus melakukan verifikasi fisik terhadap seluruh korban cedera yang dirujuk ke rumah sakit.
Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand memberikan klarifikasi langsung mengenai total korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Lima guru dipastikan meninggal dunia di lokasi penembakan," tegas Wakil Menteri Dalam Negeri di tempat kejadian.
Pernyataan tersebut merevisi laporan awal pihak kepolisian yang sempat menyebutkan enam korban jiwa. Laporan sebelumnya juga sempat mengabarkan adanya tiga guru dan tiga siswa yang tewas dalam insiden ini.
Juru Bicara Kepolisian, Trairong Phiwphan, menegaskan bahwa aparat bergerak cepat mengusut tuntas motif utama penembakan.
"Senjata api tersebut dipercaya telah diambil oleh pelaku dari anggota keluarga siswa itu sendiri," kata Trairong Phiwphan.
Penyelidikan awal mengarahkan fokus pada riwayat hubungan keluarga serta akses pelaku terhadap senjata api. Polisi menduga adanya konflik internal sebelum pelaku nekat melancarkan aksi penembakan massal di sekolah.
Latar belakang insiden ini bermula ketika pelaku mengeksekusi kedua kakek-neneknya di kediaman pribadi mereka. Setelah melakukan aksi pembunuhan pertama, pelaku langsung menuju sekolah tempatnya menuntut ilmu untuk melanjutkan penembakan.
Penggunaan senjata milik kakek pelaku yang merupakan pensiunan pendidik menjadi poin kunci dalam pengusutan kasus ini. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi penembakan sekolah paling kelam di wilayah pinggiran Bangkok.