- Kebakaran di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu, 8 Agustus, telah berdampak pada area seluas 520 hektare.
- Empat pintu resmi akses menuju kawasan Gunung Bromo ditutup sejak Sabtu pukul 22.00 WIB akibat kebakaran.
- Sejumlah destinasi di Kabupaten Probolinggo tetap aman dikunjungi karena berjarak cukup jauh dari titik api.
Rudijanta menjelaskan, hembusan angin yang cukup kencang sejak Sabtu siang membuat api bergerak cepat dari bagian atas tebing menuju area bawah.
Ketika mencapai bagian bawah tebing, api kemudian membakar rerumputan dan vegetasi yang telah mengering. Kondisi tersebut membuat api semakin cepat menjalar dan menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) menuju kawasan savana.
"Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas," ucapnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sisa rerumputan yang terbakar terlihat menghitam di sejumlah bagian savana Gunung Bromo. Sejumlah vegetasi kering di sisi tengah JLKT dari arah Jemplang, Kabupaten Malang, juga terdampak kobaran api.
Api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas gabungan masih melakukan patroli untuk memastikan tidak ada titik api baru.
Dari sisi Kabupaten Probolinggo, kepulan asap putih masih terlihat di sejumlah area tebing. Upaya pemadaman dari udara juga terus dilakukan menggunakan helikopter water bombing.
Helikopter tersebut terlihat mengambil air di kawasan Ranu Pani sebelum bergerak menuju lokasi yang masih mengeluarkan asap.
Sementara dari jalur darat, kendaraan petugas gabungan terus bergerak dari arah Jemplang menuju area tebing di Kabupaten Probolinggo untuk membantu proses pemadaman dan pengawasan titik api.