Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki

Pebriansyah Ariefana

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:23 WIB
Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki
PM Jepang Sanae Takaichi kembali enggan menyebut peran Amerika Serikat dalam peringatan tragedi bom atom. (DW Jerman)
baca 10 detik
  • PM Jepang Sanae Takaichi tidak menyebut keterlibatan Amerika Serikat dalam pidato peringatan bom atom.

  • Takaichi menegaskan komitmen Jepang memegang Tiga Prinsip Non-Nuklir demi perdamaian dunia tanpa nuklir.

  • Serangan bom atom AS pada Agustus 1945 menewaskan ratusan ribu warga sipil Hiroshima Nagasaki.

Suara.com - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi kembali mengabaikan keterlibatan Amerika Serikat atas tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki dalam pidato resminya. Pemimpin Negara Sakura tersebut memilih fokus menegaskan komitmen anti-nuklir Jepang ketimbang menunjuk langsung sang pelaku sejarah.

Langkah diplomatik yang memicu sorotan publik ini memotret dinamika politik geopolitik Jepang terhadap sekutu utamanya. Peneliti media menilai absennya nama Amerika Serikat menjadi strategi konsisten Tokyo untuk menjaga hubungan bilateral di tengah tensi global.

Meskipun menghindari topik sensitif tersebut, Takaichi menegaskan posisi negaranya sebagai satu-satunya korban pengeboman atom di dunia. Ia menggarisbawahi pentingnya prinsip non-nuklir demi menjaga perdamaian dunia di masa depan.

Sanae Takaichi, calon PM Jepang yang baru. (Instagram)
Sanae Takaichi, calon PM Jepang yang baru. (Instagram)

"Bencana yang terjadi 81 tahun lalu di Nagasaki dan Hiroshima tidak boleh terulang lagi. Negara kita berpegang teguh pada Tiga Prinsip Non-Nuklir dan—sejalan dengan janji 'Biarlah Nagasaki tetap menjadi lokasi mejelaskan lokasi terakhir pengeboman atom'—sebagai satu-satunya negara yang menjadi sasaran pengeboman selama perang, terus melakukan upaya yang realistis dan praktis untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir," kata Takaichi.

Pidato tersebut disampaikan dalam upacara peringatan korban bom atom yang disiarkan secara langsung oleh berbagai saluran televisi utama Jepang pada Minggu.

Sikap serupa sebelumnya juga terlihat dalam seremoni peringatan tragedi Hiroshima pada Kamis (6/8). Saat itu, PM Takaichi bersama Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui sama-sama tak menyentuh keterlibatan Washington.

Kendati demikian, Wali Kota Kazumi Matsui sempat menyinggung eskalasi konflik di Ukraina dengan menyuarakan aspirasi dari penyintas bom atom.

Sikap hati-hati para pejabat Jepang ini memicu perdebatan mengenai transparansi narasi sejarah dalam seremoni kenegaraan. Sebagian kalangan menilai penghilangan nama Amerika Serikat mengaburkan ingatan sejarah bagi generasi muda.

Di sisi lain, pemerintah Jepang memprioritaskan diplomasi praktis guna mendorong penghapusan senjata nuklir secara global.

baca juga

Tragedi kelam ini bermula ketika militer Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Serangan mematikan tersebut meluluhlantakkan kedua kota sekaligus menewaskan ratusan ribu jiwa.

Berdasarkan data sejarah, ledakan bom beserta radiasi lanjutan menewaskan 140.000 warga di Hiroshima dan 74.000 jiwa di Nagasaki. Mayoritas korban yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tragis itu merupakan warga sipil tanpa senjata.

Sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, pemerintah setempat menggelar Upacara Perdamaian saban tahun pada tanggal 6 dan 9 Agustus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Calon Senator AS Muslim Pertama, Bagaimana Abdul El-Sayed Bisa Menang?

Calon Senator AS Muslim Pertama, Bagaimana Abdul El-Sayed Bisa Menang?

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Terkini

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

×