Pengukuran selama dua setengah tahun
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, tim peneliti menggunakan data pengukuran metana selama sekitar dua setengah tahun.
Data tersebut berasal dari pengukuran di puncak sebuah menara yang dilakukan Universitas Rutgers di dekat TPA di East Brunswick, New Jersey.
Hasil pengukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan data emisi yang diperoleh melalui dua penerbangan pesawat.
Para peneliti menemukan hasil yang sejalan antara pengukuran dari menara dan pesawat. Namun, pemantauan dalam jangka panjang memberikan informasi tambahan mengenai bagaimana emisi metana berubah dari waktu ke waktu.
"Kami bisa lihat apa yang terjadi dalam skala waktu yang jauh lebih panjang daripada yang mampu dilakukan oleh pihak lain," kata Róisín Commane, peneliti di Lamont sekaligus profesor madya Ilmu Bumi dan Lingkungan.
Pengukuran tersebut juga membantu peneliti melihat pengaruh kondisi lingkungan terhadap pelepasan metana.
Salah satu faktor yang diperhatikan adalah suhu. Ketika suhu menjadi lebih rendah, mikroorganisme di lapisan tanah TPA yang biasanya mengonsumsi metana dapat menjadi kurang aktif.
Di sisi lain, lapisan TPA yang lebih dalam cenderung tetap lebih hangat. Kondisi ini memungkinkan proses biologis yang menghasilkan metana tetap berlangsung.
Emisi lima kali lebih tinggi
Temuan terbaru ini melanjutkan penelitian tim yang sama pada 2023.
Saat itu, mereka menemukan emisi metana dari TPA yang diteliti mencapai sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil tersebut belum tentu berlaku untuk seluruh TPA.
Commane mengatakan masih diperlukan pengukuran di lebih banyak lokasi untuk mengetahui seberapa luas perbedaan antara estimasi dan kondisi sebenarnya.
"Saya lebih berhati-hati dalam mengatakan seberapa luas hasil ini mungkin terjadi karena kita belum dapat melakukannya di tempat pembuangan sampah lainnya," ujarnya.
Para peneliti mendorong pengelola TPA dan pihak terkait melakukan pengukuran metana secara rutin pada berbagai musim. Dengan begitu, perubahan emisi sepanjang tahun dapat dipahami dengan lebih baik.
Mereka juga menyarankan pengelola TPA meningkatkan sistem pemompaan metana pada waktu yang tepat.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah tekanan udara. Pada kondisi tekanan tinggi, metana dapat terperangkap di dalam TPA karena lebih sulit keluar. Ketika tekanan udara kemudian turun, gas tersebut berpotensi dilepaskan dalam jumlah lebih besar.
"Jika Anda tahu itu akan terjadi, Anda bisa saja memompanya keluar dengan lebih efisien pada waktu tekanan itu belum turun," kata Hallward-Driemeier, seperti dikutip Phys.org, Senin (10/8).
Penulis: Chairunisa