- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan beasiswa pendidikan tinggi tahun 2026 senilai Rp8,34 miliar bagi para santri dan pengasuh pondok pesantren.
- Program beasiswa ini berhasil meloloskan santri asal Kudus untuk melanjutkan kuliah kedokteran gigi di Universitas Diponegoro serta ilmu komputer di Tiongkok.
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan program tersebut bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia santri agar mampu menguasai berbagai bidang keilmuan.
"Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran, " kata Luthfi.
Luthfi menambahkan, program beasiswa santri dan pengasuh ponpes ini harus terus digalakkan. Seluruh kepala daerah di Jawa Tengah juga harus mulai ikut terlibat dalam program ini.
"Program ini harus dijadikan role model, sehingga tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten/kota nanti kita ikut sertakan, sehingga pemberdayaan pesantren ini bisa menyeluruh," katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan 24 Ma'had Aly atau pendidikan tinggi yang ada di pondok pesantren.