Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Vania Rossa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
BAKTI Media Connect 2026. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • BAKTI Komdigi membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi wilayah 3T untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan ekonomi.
  • Infrastruktur internet dimanfaatkan oleh sekolah dan puskesmas di Flores Timur untuk memperluas sumber pembelajaran serta mengoptimalkan sistem rujukan medis.
  • BAKTI mengelola infrastruktur strategis seperti SATRIA-1 dan BTS untuk membuka akses ekonomi masyarakat serta memperkuat layanan publik di daerah terpencil.

Suara.com - Kehadiran internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) kini tidak lagi sekadar persoalan tersedianya sinyal. Infrastruktur digital yang dibangun pemerintah mulai diarahkan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar infrastruktur tersebut berada di sektor pendidikan yang mencapai sekitar 68 persen.

Direktur Utama BAKTI Fadhilah Mathar mengatakan pemanfaatan infrastruktur digital harus menjadi bagian penting setelah akses internet tersedia. Menurut dia, pembangunan konektivitas tidak akan berarti apabila masyarakat dan institusi di daerah belum mampu menggunakannya secara optimal.

"Prinsip pembangunan di BAKTI itu seperti kaki meja tenis meja. Ada empat kaki. Pertama adalah keberlanjutan masyarakat karena hal ini akan membantu adopsi dan inklusi. Kedua, kualitas layanan. Ketiga, mendorong skalabilitas UMKM. Keempat, dan tidak kalah penting, adalah keberlanjutan industri," ujar Fadhilah dalam BAKTI Media Connect 2026, Rabu (12/8/2026).

Internet Bantu Sekolah di Daerah Terpencil

Sektor pendidikan menjadi salah satu pengguna terbesar infrastruktur internet BAKTI. Akses internet memungkinkan sekolah di daerah 3T mendapatkan sumber pembelajaran digital yang sebelumnya sulit dijangkau.

Konektivitas juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengakses berbagai materi pendidikan, berkomunikasi dengan sekolah lain, hingga mendukung aktivitas administrasi secara digital.

Salah satu contoh pemanfaatan tersebut terlihat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Infrastruktur Akses Internet BAKTI dimanfaatkan untuk mendukung modernisasi sekolah sekaligus memperluas akses terhadap sumber informasi.

Kehadiran internet membuat sekolah di wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan konektivitas tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sumber belajar yang tersedia secara lokal.

baca juga

Puskesmas Bisa Terhubung dengan Layanan Rujukan

Manfaat konektivitas juga mulai terasa di sektor kesehatan. Sekitar 5,89 persen lokasi akses internet BAKTI berada di sektor kesehatan.

Di daerah terpencil, koneksi internet memiliki fungsi penting karena dapat menghubungkan fasilitas kesehatan dengan layanan maupun fasilitas rujukan. Hal ini membantu puskesmas dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi ketika menangani kebutuhan medis masyarakat.

Di Flores Timur, misalnya, konektivitas yang dibangun BAKTI dimanfaatkan untuk mengoptimalkan sistem rujukan layanan medis puskesmas.

Dengan demikian, internet tidak hanya menjadi fasilitas komunikasi, tetapi ikut mendukung layanan dasar masyarakat yang berada jauh dari pusat kota.

BTS Buka Akses Ekonomi Masyarakat

Pemanfaatan internet di daerah 3T juga mulai menyentuh aktivitas ekonomi. Kehadiran BTS BAKTI di sejumlah wilayah membantu mengurangi blank spot sekaligus membuka akses komunikasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Hal tersebut terlihat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kehadiran BTS membantu masyarakat yang sebelumnya berada di wilayah tanpa sinyal untuk kembali terhubung.

Akses komunikasi yang lebih baik memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk memperluas komunikasi dengan pelanggan maupun mitra usaha.

BAKTI juga mendorong pemanfaatan konektivitas melalui program pemberdayaan ekosistem digital dan kemitraan BUMDes. Program tersebut mencakup pelatihan literasi digital, digitalisasi pariwisata, serta penguatan kemitraan BUMDesma.

Internet untuk Pelayanan Publik

Selain pendidikan dan kesehatan, akses internet BAKTI juga menyasar kantor pemerintahan dan pusat kegiatan masyarakat. Sekitar 19,9 persen lokasi yang telah terhubung merupakan kantor pemerintahan, pasar tradisional, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, lokasi usaha, hingga transportasi publik.

Konektivitas di kantor pemerintahan menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan publik dan mendorong penerapan pemerintahan berbasis elektronik atau e-government.

Sementara itu, konektivitas di ruang publik membuka peluang masyarakat di daerah terpencil untuk memperoleh akses informasi dan layanan digital yang sebelumnya lebih sulit dijangkau.

Dari Pembangunan Infrastruktur Menuju Kemandirian

Untuk menopang konektivitas tersebut, BAKTI mengelola sejumlah infrastruktur strategis, mulai dari Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1), Palapa Ring, hingga BTS.

SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps digunakan untuk menjangkau fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintah daerah, hingga pos perbatasan. Sementara jaringan serat optik Palapa Ring membentang sepanjang 12.148 kilometer dan melayani 131 lokasi Network Operation Center (NOC) di 57 kabupaten/kota nonkomersial.

Program BAKTI Sinyal juga telah membangun BTS 4G dan BTS Universal Service Obligation (USO) di 6.747 titik lokasi 3T.

Namun, bagi BAKTI, keberhasilan pembangunan konektivitas bukan hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang berdiri. Keberlanjutan pemanfaatan dan kemampuan masyarakat untuk mandiri menjadi ukuran berikutnya.

Karena itu, BAKTI mulai menjalankan exit strategy sejak 2024. Wilayah yang dinilai telah mencapai tingkat kematangan tertentu akan ditawarkan kepada operator, vendor, tower provider, maupun mitra lainnya untuk mengambil alih pengelolaan.

"Keberhasilan pemerintah dalam Universal Service Obligation bukan diukur dari seberapa lama kami berada di sana, tetapi seberapa cepat kami bisa melakukan exit dari lokasi tersebut. Artinya, masyarakat sudah bisa mandiri," kata Fadhilah.

Model tersebut diharapkan membuat infrastruktur digital di daerah 3T tidak berhenti sebagai proyek pembangunan.

Setelah akses tersedia, internet diharapkan benar-benar digunakan untuk membuat sekolah lebih terhubung, layanan kesehatan lebih mudah dijangkau, pelayanan publik lebih efektif, dan ekonomi masyarakat bergerak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serikat Tolak Status Ojol Dialihkan Jadi UMKM, Sebut Hak Pekerja Bisa Hilang

Serikat Tolak Status Ojol Dialihkan Jadi UMKM, Sebut Hak Pekerja Bisa Hilang

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia

Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Kepala BGN Minta Guru Santap MBG: Perlukah Sekolah Mengisi Celah Sistem?

Kepala BGN Minta Guru Santap MBG: Perlukah Sekolah Mengisi Celah Sistem?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:00 WIB

Ombudsman Temukan Lapas Mewah di Cibinong, ICW Tegaskan Dugaan Suap dan Gratifikasi Harus Diusut

Ombudsman Temukan Lapas Mewah di Cibinong, ICW Tegaskan Dugaan Suap dan Gratifikasi Harus Diusut

News | Sabtu, 26 September 2026 | 09:50 WIB

Bagaimana Cara agar Rambut Berkilau? Ini Tips Mudah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Bagaimana Cara agar Rambut Berkilau? Ini Tips Mudah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 09:48 WIB

Ada Sosok Jay Idzes Usai Kevin Diks Berikan Penalti ke Ole Romeny Saat Indonesia Hajar Singapura

Ada Sosok Jay Idzes Usai Kevin Diks Berikan Penalti ke Ole Romeny Saat Indonesia Hajar Singapura

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:46 WIB

Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra

Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 09:43 WIB

Program SEB, Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun

Program SEB, Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 09:41 WIB

Harga iPhone 15 & 16 Naik, Samsung Galaxy S26 FE Jadi Pilihan Paling Worth to Buy Buat Gaming!

Harga iPhone 15 & 16 Naik, Samsung Galaxy S26 FE Jadi Pilihan Paling Worth to Buy Buat Gaming!

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 09:39 WIB

GoPay Next Bidik Gen Z, Ada Cashback hingga Gratis ChatGPT Go dan Spotify Premium

GoPay Next Bidik Gen Z, Ada Cashback hingga Gratis ChatGPT Go dan Spotify Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 09:34 WIB

Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran

Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 09:29 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

×