IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:55 WIB
IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi
Proyek hilirisasi batu bara menjadi DME untuk dukung transisi energi Indonesia. (dok.Pexels)

Suara.com - Agenda hilirisasi kembali menjadi salah satu fokus pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI. Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengingatkan bahwa tidak semua proyek hilirisasi otomatis mendukung transisi energi.

Dalam pidatonya pada Jumat (14/8), Prabowo menekankan sejumlah proyek hilirisasi, termasuk pengembangan dimethyl ether (DME) berbasis batu bara sebagai alternatif LPG serta pembangunan smelter mineral.

"Dengan DANANTARA, negara sudah groundbreaking proyek hilirisasi. Proyek-proyek seperti batu bara menjadi DME, menggantikan LPG. Smelter alumina menjadi aluminium dan menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja," kata Prabowo.

Namun, IESR menilai agenda hilirisasi perlu dilihat berdasarkan dampaknya terhadap transisi energi. Menurut lembaga tersebut, terdapat perbedaan antara proyek yang memperkuat peralihan menuju energi bersih dan proyek yang justru berpotensi memperpanjang ketergantungan terhadap energi fosil.

DME batu bara dinilai berisiko

IESR menyoroti rencana produksi DME dari batu bara yang disebut pemerintah sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan proyek tersebut masih menghadapi persoalan keekonomian.

"Proyek DME berbasis batu bara memang diklaim dapat mengurangi impor LPG, tetapi berbagai kajian menunjukkan keekonomiannya masih lemah dan berpotensi membutuhkan subsidi lebih besar dibandingkan LPG impor," kata Fabby dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, penggunaan batu bara sebagai bahan baku DME juga dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara. Perubahan pasokan dan harga batu bara dapat memengaruhi biaya proyek sekaligus meningkatkan potensi beban keuangan negara.

baca juga

Karena itu, IESR menilai hilirisasi berbasis batu bara perlu dikaji tidak hanya berdasarkan kemampuan menggantikan produk impor, tetapi juga dari sisi biaya, risiko fiskal, dan dampaknya terhadap target penurunan emisi.

Hilirisasi mineral punya peluang

Berbeda dengan DME batu bara, IESR melihat hilirisasi mineral, terutama nikel, memiliki peluang lebih besar untuk mendukung transisi energi.

Pengembangan industri nikel dapat berkaitan dengan rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. Masuknya investasi pada rantai pasok baterai global dinilai menunjukkan peluang Indonesia untuk meningkatkan posisinya dalam industri tersebut.

Salah satunya melalui investasi anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal senilai Rp3,2 triliun. Proyek tersebut memiliki kapasitas awal 80 ribu ton per tahun dan berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja.

Meski demikian, IESR menilai Indonesia masih memiliki celah pada sektor midstream atau tahap menengah dalam rantai pasok baterai.

Sejumlah fasilitas domestik, menurut IESR, masih berfokus pada perakitan atau pengemasan baterai. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan penguasaan teknologi dan kedalaman rantai pasok di dalam negeri.

Indonesia juga perlu mengantisipasi perubahan teknologi baterai global. Fabby mengatakan industri dunia mulai bergerak dari teknologi nickel manganese cobalt (NMC) menuju lithium iron phosphate (LFP).

Perubahan tersebut perlu diperhitungkan dalam strategi pengembangan industri baterai nasional agar investasi yang masuk tetap kompetitif dan tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.

Tak cukup hanya menghitung lapangan kerja

IESR menilai keberhasilan hilirisasi tidak semestinya hanya diukur dari jumlah proyek yang dibangun atau lapangan kerja yang tercipta.

"Keberhasilan hilirisasi seharusnya diukur bukan hanya dari jumlah proyek dan tenaga kerja, tetapi juga dari penguasaan teknologi, kedalaman rantai pasok domestik, efisiensi energi, dan kontribusinya terhadap ekonomi rendah karbon serta daya saing industri Indonesia," ujar Fabby.

Dengan demikian, agenda hilirisasi dinilai perlu diarahkan lebih jauh dari sekadar meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.

Pembangunan industri, menurut IESR, perlu berjalan beriringan dengan transisi energi dan target Indonesia membangun ekonomi rendah karbon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dividen BUMN Tak Masuk Kas Negara, Diputar untuk Gerakkan Program Prabowo

Dividen BUMN Tak Masuk Kas Negara, Diputar untuk Gerakkan Program Prabowo

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Perkuat Hilirisasi Sawit, Kemenkop Dorong Koperasi dan LPDB Buka Akses Pembiayaan

Perkuat Hilirisasi Sawit, Kemenkop Dorong Koperasi dan LPDB Buka Akses Pembiayaan

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:25 WIB

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Banten | Senin, 28 September 2026 | 10:08 WIB

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:07 WIB

×