- Ratusan warga dari berbagai daerah antre sejak dini hari demi mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta.
- Seskab Teddy Indra Wijaya terkejut dan mengapresiasi dedikasi warga Sulawesi Selatan serta Kebumen yang rela datang lebih awal.
- Pemerintah menyediakan 16.000 kursi di Istana Kepresidenan dengan 80 persen kuota dialokasikan khusus bagi masyarakat umum.
"Dari rumah," jawab warga itu mantap.
Tersentuh dengan dedikasi luar biasa tersebut, Teddy lantas memberikan apresiasi dan doa tulus bagi para "pejuang upacara" ini agar tetap bugar selama rangkaian acara berlangsung.
"Sehat-sehat ya," kata Teddy sembari melanjutkan peninjauan.
Kuota Melimpah untuk Rakyat
Fenomena antrean dini hari ini menjadi bukti sahih betapa tingginya kecintaan masyarakat untuk menyaksikan langsung detik-detik proklamasi di jantung pemerintahan.
Perjalanan lintas pulau dan menembus dinginnya malam seolah tak jadi soal demi bisa melihat Sang Saka Merah Putih berkibar di langit Istana.
Tahun ini, Pemerintah memang membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat. Sebanyak 16.000 kursi disiapkan di Istana Kepresidenan Jakarta. Kuota tersebut dibagi ke dalam dua sesi: 8.000 kursi untuk Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.00 WIB, dan 8.000 kursi lainnya untuk Upacara Penurunan Bendera pada pukul 17.00 WIB.
Menariknya, pemerintah memberikan porsi mayoritas bagi rakyat. Sebanyak 80 persen dari total kapasitas dialokasikan khusus untuk masyarakat umum, sementara sisanya diperuntukkan bagi tamu undangan resmi, pejabat negara, serta perwakilan lembaga.