Catatan Eks Tapol Demo Agustus: 81 Tahun RI dan Kemerdekaan yang Belum Dinikmati Seutuhnya

Muhamad Yasir, Faqih Fathurrahman

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Catatan Eks Tapol Demo Agustus: 81 Tahun RI dan Kemerdekaan yang Belum Dinikmati Seutuhnya
Delpedro Marhaen menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (6/3/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./rwa]
baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen menyatakan kemerdekaan sejati mencakup kebebasan berpendapat serta akses adil terhadap kekayaan alam Indonesia.
  • Pada Agustus 2025 Delpedro bersama tiga terdakwa lainnya ditangkap aparat kepolisian akibat demonstrasi berujung ricuh.
  • Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk membebaskan Delpedro beserta tiga orang terdakwa lainnya dari proses hukum.

Di sisi lain, tidak semua orang dapat menikmati kekayaan sumber daya alam dan hasil perekonomian secara adil.

“Dalam kerangka itu kemerdekaannya belum dapat dinikmati seutuhnya. Jadi kemerdekaannya telah diraih tapi belum dapat dinikmati seutuhnya,” tegasnya.

Karena itu, Delpedro berharap pemerintah tidak menggunakan pendekatan militeristik dalam menghadapi masyarakat, terutama ketika muncul kritik atau ekspresi politik yang berbeda.

Menurutnya, pendekatan tersebut justru berpotensi menjauhkan masyarakat dari makna kemerdekaan.

“Bagi saya pendekatan militerisme hanya akan membuat kemerdekaan kita mundur satu langkah,” ucapnya.

Sebaliknya, pemerintah dinilai perlu mengedepankan ruang dialog, diskusi, bahkan perdebatan terbuka ketika menghadapi pandangan politik yang berbeda.

“Bagi saya dengan dua hal itu, kita lebih bijak dalam mendiskusikan apa itu makna kemerdekaan,” jelasnya.

Ia menilai perdebatan mengenai apakah masyarakat sudah merasakan kemerdekaan atau belum seharusnya menjadi ruang demokrasi, bukan dianggap sebagai ancaman.

"Jadi bagaimana mau mendiskusikan apakah kita merasakan kemerdekaan atau tidak kalau sejak awal sudah seperti itu gitu,” imbuhnya.

baca juga
Petugas memperbaiki Halte Transjakarta Senayan pasca terbakar di Jakarta, Senin (1/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memperbaiki Halte Transjakarta Senayan pasca demo berujung ricuh di Jakarta, Senin (1/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Catatan dari Agustus 2025

Pandangan Delpedro tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya ketika ditangkap setelah gelombang demonstrasi pada akhir Agustus 2025.

Ia bersama Syahdan Husein, admin Gejayan Memanggil; staf Lokataru Foundation Muzaffar Salim; serta mahasiswa Universitas Riau Khariq Anhar dijerat perkara dugaan penghasutan.

Delpedro ditangkap pada 1 September 2025 di kantor Lokataru Foundation, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Berdasarkan kronologi LBH Jakarta, sekitar 10 polisi berpakaian serba hitam mendatangi kantor Lokataru sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka kemudian membawa Delpedro ke Polda Metro Jaya.

Sehari kemudian, Muzaffar Salim ditangkap saat berada di kantin Polda Metro Jaya ketika mendampingi Delpedro. Sementara Syahdan Husein ditangkap di Bali pada 1 September 2025.

Adapun Khariq Anhar telah ditangkap lebih dulu pada 29 Agustus 2025 sekitar pukul 08.00 WIB ketika hendak kembali ke Riau.

Keempatnya kemudian menjalani persidangan dan dituntut dua tahun penjara oleh jaksa.

Vonis Bebas

Perkara tersebut berakhir dengan putusan bebas dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Majelis hakim menyatakan Delpedro, Muzaffar, Syahdan dan Khariq tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternatif jaksa.

Majelis hakim menilai jaksa tidak mampu membuktikan adanya manipulasi, penghasutan maupun rekayasa fakta yang dilakukan keempat terdakwa.

Unggahan Delpedro dan kawan-kawan terkait kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan juga dinilai lahir dari keyakinan untuk mengawal keadilan serta merupakan bentuk kebebasan berekspresi atas kekecewaan terhadap peristiwa yang terjadi.

Unsur menyebarkan berita bohong atau menyesatkan dalam dakwaan pun dinyatakan tidak terbukti secara sah menurut hukum.

Setahun setelah peristiwa tersebut, pengalaman itu menjadi bagian dari cara Delpedro melihat kembali arti kemerdekaan Indonesia.

Bagi dia, kemerdekaan bukan hanya soal terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang keberanian warga berbicara tanpa rasa takut, kesempatan menikmati kekayaan negara secara adil, serta ruang untuk berbeda dan menyampaikan kritik tanpa dianggap sebagai ancaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Mengejar Potensi Perikanan US$34 Miliar, Mengapa Indonesia Perlu Perkuat Energi Pesisir?

Mengejar Potensi Perikanan US$34 Miliar, Mengapa Indonesia Perlu Perkuat Energi Pesisir?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Babak Baru Perang Iran, Donald Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Negosiasi Selat Hormuz

Babak Baru Perang Iran, Donald Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Negosiasi Selat Hormuz

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Pemerintah Sebut Listrik di Flores Hampir Pulih 100 Persen Pascagempa M7,7

Pemerintah Sebut Listrik di Flores Hampir Pulih 100 Persen Pascagempa M7,7

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai

Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Resmi Gabung PSM Makassar, Sergio Aguero Bakal Ramaikan Super League 2026/2027

Resmi Gabung PSM Makassar, Sergio Aguero Bakal Ramaikan Super League 2026/2027

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:51 WIB

4 Rekomendasi Parfum Gourmand Wangi Kue, Ada Aroma Cokelat hingga Butter

4 Rekomendasi Parfum Gourmand Wangi Kue, Ada Aroma Cokelat hingga Butter

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Surat Terbuka untuk HRD: Berhentilah Bertanya "Ngapain Aja Setahun Ini" kepada Ibu Baru

Surat Terbuka untuk HRD: Berhentilah Bertanya "Ngapain Aja Setahun Ini" kepada Ibu Baru

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Dua Pelayan Resto di Lampung Tumbalkan Motor Bos demi Modal Judol

Dua Pelayan Resto di Lampung Tumbalkan Motor Bos demi Modal Judol

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Istana Berpesta, Rakyat Berduka: Ironi Kemerdekaan di Tengah Bencana

Istana Berpesta, Rakyat Berduka: Ironi Kemerdekaan di Tengah Bencana

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:46 WIB

×