- Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan dan penutupan destinasi wisata.
- Akses pelayaran ke Taman Nasional Komodo telah dibuka sejak Minggu, 16 Agustus 2026, melayani ribuan wisatawan secara normal.
- Pemerintah menutup sementara Goa Rangko, Waerebo, dan Kelimutu guna memastikan keselamatan serta memeriksa kelayakan infrastruktur pariwisata.
Sementara itu, aktivitas wisata di Taman Nasional Komodo mulai kembali bergeliat setelah akses pelayaran dibuka.
Ratusan kapal wisata telah membawa ribuan wisatawan domestik dan mancanegara dari Labuan Bajo menuju kawasan Taman Nasional Komodo.
Kembali dibukanya akses tersebut menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Labuan Bajo yang turut terdampak gempa.
Namun, pemerintah menegaskan pembukaan aktivitas wisata tetap harus mempertimbangkan faktor keselamatan.
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata," ujar Berton.
Pemerintah pun mengimbau wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah terdampak gempa tidak memaksakan diri mendatangi destinasi yang masih ditutup.
"Wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah terdampak diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan serta memantau informasi melalui saluran resmi pemerintah daerah," pesan Berton.
Saat ini, Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) masih melakukan pendataan dan verifikasi dampak gempa terhadap sektor pariwisata.
Pemeriksaan mencakup akomodasi, daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas hingga sarana pendukung, khususnya di wilayah yang masih mengalami kendala jaringan listrik dan telekomunikasi.