Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:51 WIB
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
Puluhan ribu warga London memadati Trafalgar Square menuntut pertanggungjawaban media atas kematian Profesor Jason Arday. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Ribuan warga London menggelar aksi duka atas meninggalnya Profesor Cambridge Jason Arday.

  • Publik dan tokoh mengkritik keras kecenderungan rasisme pemberitaan media yang menekan mental korban.

  • Petisi berisi tuntutan penyelidikan etika media kini telah mengumpulkan puluhan ribu dukungan.

Suara.com - Puluhan ribu warga London memenuhi Trafalgar Square untuk menggelar aksi solidaritas dan penghormatan terakhir bagi Jason Arday, Selasa kemarin. Gelombang massa menuding intrik pemberitaan media rasis dan tidak proporsional menjadi pemicu utama kepergian mantan akademisi Universitas Cambridge tersebut.

Akademisi berusia 41 tahun yang mengukir sejarah sebagai profesor kulit hitam termuda di Cambridge itu ditemukan tidak bernyawa di kediamannya di London selatan. Publik meyakini tekanan mental mendalam akibat liputan pers secara agresif telah merenggut nyawanya.

Meninggalnya pakar sosiologi pengidap autisme ini menyulut kemarahan luas terhadap ketimpangan standar pers dalam memperlakukan akademisi kulit hitam. Para pelayat membawa berbagai spanduk bertuliskan tuduhan bahwa kecenderungan rasisme di media arus utama bertanggung jawab penuh atas tragedi ini.

Puluhan ribu warga London memadati Trafalgar Square menuntut pertanggungjawaban media atas kematian Profesor Jason Arday. (Al Jazeera)
Puluhan ribu warga London memadati Trafalgar Square menuntut pertanggungjawaban media atas kematian Profesor Jason Arday. (Al Jazeera)

Paul Vincent, seorang pekerja sosial yang hadir di lokasi, menggambarkan suasana duka tersebut.

"Diri saya dan banyak orang lain merasa sangat terdorong untuk berada di sini untuk menunjukkan rasa hormat kepada Profesor Arday dan keluarganya," kata Paul Vincent, seorang pekerja sosial.

"Tetapi juga untuk datang bersama dalam rasa solidaritas, untuk mengatakan bahwa kami sangat terganggu. Sesuatu yang gelap telah terjadi yang membuat kami tidak bahagia."

Vincent menilai isu yang menimpa mendiang telah dipolitisasi secara tidak adil oleh kelompok tertentu.

"Sayangnya, isu-isu yang terikat pada tragedi ini adalah isu-isu yang gurih, jika tidak ada istilah yang lebih baik, bagi kelompok kanan dan kanan jauh. Itu memenuhi semua kotak mereka."

Puluhan ribu warga London memadati Trafalgar Square menuntut pertanggungjawaban media atas kematian Profesor Jason Arday. (Al Jazeera)
Puluhan ribu warga London memadati Trafalgar Square menuntut pertanggungjawaban media atas kematian Profesor Jason Arday. (Al Jazeera)

Mengapa Kematian Jason Arday Memicu Kemarahan Publik?

baca juga

Gelombang tuduhan berawal dari dugaan plagiarisme tesis doktoral tahun 2015 serta klaim penyampaian latar belakang pribadi Arday. Akademisi tersebut memutuskan mundur dari posisinya di Cambridge pada 5 Agustus setelah merasa tertekan secara fisik dan mental.

Pihak Liverpool John Moores University sebenarnya telah menyatakan Arday bersih dari tuduhan plagiarisme. Namun, Universitas Cambridge justru membuka peninjauan ulang atas proses pengangkatannya setelah sebelumnya sempat membela sang profesor dari kampanye keji.

Dua minggu setelah pengunduran dirinya, Arday ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Kepolisian Metropolitan mengategorikan kematian tersebut sebagai kejadian yang tidak terduga, tetapi tidak mengindikasikan adanya tindak pidana.

Lord Smith of Finsbury selaku Chancellor Cambridge mengutuk keras tekanan pers yang menerpa mantan pengajarnya.

Sementara itu, organisasi Good Law Project menggalang petisi yang menuntut penyelidikan publik terhadap etika liputan media. Lebih dari 96.000 orang telah menandatangani petisi yang menegaskan adanya diskriminasi warna kulit dalam insiden penyerangan karakter ini.

Petisi tersebut menyoroti ketimpangan perlakuan media terhadap akademisi kulit putih yang menghadapi kasus serupa. Tokoh seperti George Holmes dan William O'Reilly disebut mendapatkan ruang pemberitaan yang jauh lebih tenang dibanding Arday.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed

FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:16 WIB

Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay usai Laga Piala Dunia

Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay usai Laga Piala Dunia

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:56 WIB

Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe

Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK

Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:48 WIB

7 Sifat Belah Ketupat dan Rumus Menghitung Luas serta Kelilingnya

7 Sifat Belah Ketupat dan Rumus Menghitung Luas serta Kelilingnya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:47 WIB

Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG

Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Sama-Sama Kasual, Ini Perbedaan Sandal Gunung dan Sandal Pantai yang Perlu Kamu Tahu

Sama-Sama Kasual, Ini Perbedaan Sandal Gunung dan Sandal Pantai yang Perlu Kamu Tahu

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Tinted Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Ceramide Apa Ada? Ini Rekomendasinya

Tinted Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Ceramide Apa Ada? Ini Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:40 WIB

9 Rekomendasi Sunscreen Cegah Flek Hitam untuk Pria

9 Rekomendasi Sunscreen Cegah Flek Hitam untuk Pria

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga

Netizen Vietnam Menyeramkan! PSSI Turun Tangan Lindungi Justin Hubner dan Keluarga

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!

Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Bikin Murka Publik! Tampang Ajudan Gubernur Maluku Serka La Rahimu yang Hina Monyet ke Mahasiswa

Bikin Murka Publik! Tampang Ajudan Gubernur Maluku Serka La Rahimu yang Hina Monyet ke Mahasiswa

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:32 WIB

×