Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?
Kelangkaan dan lonjakan harga korek api melumpuhkan aktivitas memasak harian pengungsi Palestina di Gaza. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Kelangkaan dan mahal harga korek api melumpuhkan aktivitas memasak harian pengungsi Palestina di Gaza.

  • Blokade bantuan memaksa warga menggilir penggunaan korek api dan memanfaatkan jasa perbaikan barang bekas.

  • Pembatasan pasokan gas elpiji menjadikan pemantik api alat vital untuk menyalakan kayu bakar.

Suara.com - Sebuah korek api sederhana kini menjadi alat penentu bertahan hidup bagi ribuan pengungsi Palestina di Jalur Gaza. Tanpa benda kecil ini, para ibu tidak dapat menyalakan kayu bakar untuk memasak makanan maupun menyedu susu anak-anak mereka.

Pemblokiran barang masuk oleh militer Israel membuat harga korek api baru meroket hingga ratusan kali lipat. Kondisi tersebut memaksa warga memanfaatkan jasa servis korek api bekas atau saling meminjam percikan api antartenda.

Rabab Deifallah, seorang ibu lima anak yang tinggal di tenda pengungsian, terus berupaya memantik korek api lamanya yang berulang kali rusak. Dikutip dari Al Jazeera, benda tersebut menjadi satu-satunya tumpuan setelah gas elpiji habis dan harganya tidak terjangkau.

Warga Palestina memeriksa kehancuran setelah serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]
Warga Palestina memeriksa kehancuran setelah serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]

“Seluruh kehidupan sehari-hari kami bergantung pada api. Namun memulainya butuh korek api, dan benda kecil ini menjadi salah satu barang yang paling sulit ditemukan di Gaza.”

Sebelum perang berkecamuk pada Oktober 2023, tiga buah korek api bisa dibeli seharga satu shekel (0,33 dolar AS). Saat ini, satu unit korek api baru dipatok senilai 27 dolar AS hingga 33 dolar AS, sementara biaya perbaikannya mencapai 12 dolar AS.

“Apakah saya harus menghabiskan uang sebanyak itu untuk membeli korek api, atau membelinya untuk sekantong tepung?”

Karena keterbatasan dana, warga sering kali tidak memiliki korek api sama sekali di dalam tendanya. Mereka terpaksa meminjam api dari tetangga menggunakan potongan karton atau membiarkan keluarga mengonsumsi makanan dingin.

Mengapa korek api begitu sulit didapatkan di Jalur Gaza?

Hasnaa Mansour, pengungsi asal kamp Jabalia, turut merasakan dampak langsung dari krisis pemantik api ini. Demi menopang hidup enam anaknya, ia mengandalkan tungku tanah liat untuk membuat roti dagangan.

baca juga

Tanpa adanya gas elpiji, ia membutuhkan nyala api besar dari kayu bakar yang sulit dipicu tanpa pemantik yang berfungsi baik. Kondisi ini membuat proses pengolahan makanan terhambat hingga berjam-jam.

“Jika menggunakan gas, Anda hanya butuh percikan kecil untuk menyalakannya. Namun dengan oven, saya membutuhkan api yang nyata."

“Saya sudah duduk di sini sejak pagi dan hingga pukul 10 saya masih belum bisa menyalakan oven. Saya menyuruh putri kecil saya membawa selembar karton untuk mencari tetangga yang menyalakan api, tetapi dia tidak menemukan siapa pun."

Laporan OCHA menunjukkan bahwa pembatasan akses masuk dan penutupan perbatasan oleh Israel menekan ketersediaan barang pokok. Barang-barang yang dikategorikan memiliki fungsi ganda (dual-use) mengalami prosedur pemeriksaan yang sangat ketat.

Kamar Dagang dan Industri Gaza mencatat korek api termasuk dalam daftar barang yang dilarang melintas ke wilayah tersebut. Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, rata-rata truk bantuan yang masuk hanya 191 unit per hari, jauh di bawah kebutuhan praperang.

Bagaimana warga mengimbangi kelangkaan alat pemantik ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intelijen Israel Shock! Stok Rudal Balistik Iran Kembali Melimpah, Padahal Baru Perang Lawan AS

Intelijen Israel Shock! Stok Rudal Balistik Iran Kembali Melimpah, Padahal Baru Perang Lawan AS

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:06 WIB

8 Negara Kecam Israel Tolak Peta Jalan Perdamaian Gaza

8 Negara Kecam Israel Tolak Peta Jalan Perdamaian Gaza

Video | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Terkini

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Galaxy Z Fold8 Bawa Layar Lipat 4:3, Samsung Fokus Ubah Cara Menikmati Konten

Galaxy Z Fold8 Bawa Layar Lipat 4:3, Samsung Fokus Ubah Cara Menikmati Konten

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:17 WIB

5 Rekomendasi Motor Matic Terbaik yang Paling Nyaman dan Irit untuk Perjalanan Jauh Luar Kota

5 Rekomendasi Motor Matic Terbaik yang Paling Nyaman dan Irit untuk Perjalanan Jauh Luar Kota

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:15 WIB

7 Rekomendasi Bedak Mengandung Salicylic Acid dan Centella untuk Kulit Berjerawat

7 Rekomendasi Bedak Mengandung Salicylic Acid dan Centella untuk Kulit Berjerawat

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Ketika AI Jadi Tempat Curhat, Apa yang Dicari Manusia dari Chatbot?

Ketika AI Jadi Tempat Curhat, Apa yang Dicari Manusia dari Chatbot?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Festival Momaya 2026 Tandai Berakhirnya Pengabdian KKN-PPM UGM di Kecamatan Biluhu

Festival Momaya 2026 Tandai Berakhirnya Pengabdian KKN-PPM UGM di Kecamatan Biluhu

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Yakin Menang? Tim Hukum Febrie Sebut Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Permohonan Praperadilan

Yakin Menang? Tim Hukum Febrie Sebut Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Permohonan Praperadilan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Marak Kecelakaan Laut, DPR Minta Menhub Tindak Operator 'Nakal', Singgung 'Bajak Laut'

Marak Kecelakaan Laut, DPR Minta Menhub Tindak Operator 'Nakal', Singgung 'Bajak Laut'

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:10 WIB

×