KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:28 WIB
KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri
Ilustrasi Prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Yonif 312/Kala Hitam (KH) berjaga saat pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis di Kampung Bupul, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
baca 10 detik
  • Ketua Umum KNPB Pusat Agus Kosay meminta pemerintah Indonesia melibatkan mediator internasional dalam menyelesaikan konflik Papua.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Agus pada Rabu (19/8/2026) untuk merespons sikap Menteri HAM Natalius Pigai terkait Papua.
  • Agus mendesak pemerintah memberikan akses bagi lembaga internasional PBB untuk melakukan investigasi HAM secara objektif.

Suara.com - Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kosay, meminta pemerintah Indonesia membuka ruang bagi pihak internasional untuk terlibat dalam penyelesaian konflik Papua.

Pernyataan itu disampaikan Agus merespons sikap Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang sebelumnya menegaskan bahwa masyarakat Papua dapat memperjuangkan kesejahteraan, keadilan, dan pemenuhan hak, tetapi tidak menuntut kemerdekaan atau memisahkan diri dari Indonesia.

Agus mengatakan, apabila ada negara yang bersedia menjadi mediator dalam konflik Papua, pemerintah Indonesia seharusnya menerima tawaran tersebut.

Menurut dia, keterlibatan pihak ketiga diperlukan untuk mencari penyelesaian konflik secara lebih terbuka dan independen.

"Jika misalnya ada negara-negara yang siap menjadi mediator, anda harus terima," kata Agus dalam pernyataannya, Rabu (19/8/2026).

Menurut Agus, Pigai seharusnya memberikan akses kepada lembaga-lembaga internasional independen yang berada di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi terkait situasi HAM di Papua.

Ia menyebut investigasi independen sebagai salah satu hal yang dibutuhkan untuk melihat persoalan Papua secara objektif.

Ia mencontohkan sejumlah lembaga internasional yang menurutnya dapat diberikan akses untuk melakukan investigasi.

"Investigasi independen itu yang sangat dibutuhkan, misalnya Palang Merah Internasional, Komisi Tinggi HAM PBB, dan lembaga-lembaga internasional lain itu diberi ruang," katanya.

baca juga
Anggota Satgas Damai Cartenz di Yahukimo, Papua. [Dok. Satgas Operasi Damai Cartenz]
Anggota Satgas Damai Cartenz di Yahukimo, Papua. [Dok. Satgas Operasi Damai Cartenz]

Agus menilai keterbukaan terhadap lembaga internasional penting karena Indonesia selama ini menyatakan diri sebagai negara hukum dan demokratis, sekaligus merupakan anggota PBB.

Karena itu, menurut dia, Indonesia perlu menunjukkan konsistensi dalam menjalankan prinsip-prinsip tersebut, termasuk ketika menghadapi persoalan konflik dan HAM di Papua.

Agus kemudian menyinggung peran Indonesia dalam isu Palestina. Ia mengatakan Indonesia selama ini turut menyuarakan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan terlibat dalam upaya internasional terkait penyelesaian konflik di Palestina.

Menurut Agus, sikap tersebut seharusnya juga diterapkan Indonesia ketika menghadapi persoalan Papua.

"Karena Indonesia selama ini mengaku bahwa negara hukum dan demokrasi dan juga Indonesia sebagai negara anggota PBB yang berperan untuk bagaimana memediasi Palestina untuk menentukan nasib sendiri," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Narasi Pigai, KNPB: Papua Punya Hak Merdeka Sesuai Prinsip Menentukan Nasib Sendiri!

Tolak Narasi Pigai, KNPB: Papua Punya Hak Merdeka Sesuai Prinsip Menentukan Nasib Sendiri!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah

Bukan Punya Bahlil! Menteri HAM Pigai Pasang Badan Kawal 10 Persen Saham Freeport untuk Papua Tengah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!

Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesiar Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

×