Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pada rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 19 Agustus 2026. [Dok Humas]
baca 10 detik
  • Wakil Gubernur Taj Yasin meluncurkan model pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan pemuda di Surakarta pada 19 Agustus 2026.
  • Program ini menyasar jutaan pemuda berusia 16-30 tahun dari keluarga miskin di delapan wilayah Jawa Tengah.
  • Pemerintah memberikan asesmen, pelatihan, pendampingan, serta beragam bantuan ekonomi dan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menguji model baru pengentasan kemiskinan dengan menjadikan pemuda dari keluarga miskin sebagai sasaran utama pemberdayaan. Bukan sekadar diberi bantuan, mereka dipersiapkan agar memiliki keterampilan, usaha, dan penghasilan yang bisa mengangkat kesejahteraan keluarganya.

Model tersebut diterapkan melalui Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda yang diluncurkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pada rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 19 Agustus 2026.

Taj Yasin mengatakan, pilot project ini dirancang untuk menguji bagaimana pemberdayaan pemuda dapat menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan di tingkat desa dan kelurahan.

Program tersebut menyasar warga berusia 16-30 tahun yang berasal dari keluarga desil 1 hingga 4. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Januari 2026, terdapat 3.493.309 pemuda di Jawa Tengah yang masuk kelompok tersebut.

Taj Yasin mengatakan, pemuda dipilih sebagai bagian penting dari pilot project, karena memiliki kemampuan untuk memperluas pasar usaha, termasuk melalui teknologi digital.

Pilot project tersebut dilaksanakan di delapan desa dan kelurahan, yakni Kelurahan Semanggi, Nusukan, dan Mojosongo di Kota Surakarta; Desa Winduaji di Kabupaten Brebes; Desa Belik dan Mendelem di Kabupaten Pemalang; Desa Rejosari di Kabupaten Demak; serta Desa Ngawen di Kabupaten Blora.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan, program tersebut tidak menggunakan pendekatan bantuan yang diberikan begitu saja. Setiap kelompok terlebih dahulu akan melalui asesmen untuk melihat kebutuhan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki. Setelah itu, mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan sebelum menerima dukungan usaha.

“Bantuan ini tidak langsung diberikan. Kita asesmen dulu. Kebutuhannya apa? Kelompok tersebut sudah punya pengalaman apa? Kita berikan pelatihan dulu, kita berikan pendampingan dulu,” ujarnya.

Pendekatan tersebut, kata Taj Yasin, penting agar bantuan yang diberikan tidak habis setelah diterima. Sebaliknya, bantuan harus berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan penerima manfaat.

baca juga

“Dengan harapan bantuan yang kita berikan ini tidak berkurang, tetapi bisa naik atau bertambah,” katanya.

Taj Yasin meminta seluruh daerah yang menjadi pilot project memastikan program tersebut tidak berhenti setelah bantuan disalurkan. Setiap bantuan yang diberikan harus harus terus dipantau dan dikawal.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menyambut baik model pemberdayaan tersebut. Menurut dia, pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan dengan bantuan, tetapi harus membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat.

“Kita semua ingin pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi menjadi pelaku pembangunan yang memiliki keterampilan, pekerjaan atau usaha, penghasilan dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Astrid.

Ia berharap pilot project tersebut tidak berhenti pada peluncuran, tetapi menjadi awal pendampingan dan kerja bersama yang berkelanjutan sehingga dapat menjadi model yang dikembangkan di daerah lainnya.

Untuk mendukung proses tersebut, Pemprov Jateng menyiapkan beragam intervensi sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah pilot project. Dukungan ekonomi antara lain diberikan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Rp145 juta, bantuan modal Kelompok Usaha Bersama (Kube) Rp480 juta untuk 24 kelompok, serta Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Rp240 juta. Bank Jateng juga memberikan dukungan Kube sekaligus pelatihan dasar pemuda dengan nilai Rp600 juta.

Pemberdayaan pemuda diperkuat melalui pelatihan keterampilan dengan Mobile Training Unit (MTU) senilai Rp134,594 juta dan pelatihan Hetero Business Leap (HBL) Rp7,98 juta. Pemuda penerima manfaat juga mendapatkan Kartu Zilenial yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai program pelatihan Pemprov Jateng.

Dukungan tidak hanya menyasar sektor ekonomi. Pemerintah juga memberikan jaminan sosial melalui Kartu Jateng Ngopeni senilai Rp105,6 juta, Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Rp436,8 juta, serta bantuan pendidikan BSM jenjang SMA, SMK, dan SLB Rp73 juta.

Sementara untuk memperbaiki kondisi dasar keluarga penerima manfaat, disalurkan bantuan perbaikan Ruah Tidak Layak Huni (RTLH) Rp260 juta, jamban Rp675,22 juta, dan instalasi sambungan listrik Rp49,5 juta. Ada pula bantuan benih ikan nila merah senilai Rp13,5 juta sebagai bagian dari pengembangan kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Rumah Diperbaiki, Anak Dicarikan Kerja: Wajah Baru Program Pengentasan Kemiskinan di Jateng

Rumah Diperbaiki, Anak Dicarikan Kerja: Wajah Baru Program Pengentasan Kemiskinan di Jateng

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Terkini

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 16:37 WIB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 16:23 WIB

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:20 WIB

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

×