- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memperingatkan pemerintah soal ancaman perang kognitif.
- Perang kognitif menggunakan manipulasi narasi dan disinformasi untuk meruntuhkan kepercayaan publik serta legitimasi pemerintah.
- Pemerintah diminta memperkuat pertahanan informasi.
Informasi yang terus berulang dan disesuaikan dengan karakter pengguna berpotensi membentuk persepsi secara perlahan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat memperlebar polarisasi dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi negara.
Pemerintah Diminta Bersiap
Karena itu, Gatot meminta pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempersiapkan diri menghadapi potensi perang kognitif.
Menurut dia, ancaman tersebut tidak boleh dipandang sebatas persoalan penyebaran informasi palsu di media sosial.
Pemerintah perlu memperkuat kemampuan menghadapi manipulasi informasi sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, ketika kepercayaan publik terhadap sumber informasi resmi runtuh, kemampuan negara dalam menjalankan kebijakan juga ikut terancam.
"Ketika masyarakat tidak lagi percaya pada sumber informasi resmi, penyelenggaraan negara cepat atau lambat akan tidak efektif," pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang