Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

Muhamad Yasir

Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:54 WIB
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
Warga menjajal senapan saat pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutista) di Monumen Nasional, Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]
baca 10 detik
  • Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menybut alat militer canggih tidak menjamin kedaulatan negara.
  • Pemerintah harus memprioritaskan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam demi memperkuat pertahanan nirmiliter.
  • Kemandirian ekonomi serta industri padat karya penting guna mengatasi masalah pengangguran dan menjaga keamanan nasional.

Suara.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menilai kepemilikan peralatan militer canggih tidak otomatis menjamin kedaulatan Indonesia. Menurutnya, kekuatan pertahanan modern harus ditopang ketahanan pangan, industri pertahanan yang kuat, dan kemandirian ekonomi.

Gatot menyebut doktrin pertahanan menghadapi perubahan seiring berkembangnya ancaman.

Kedaulatan negara tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa kuat persenjataan militer, tetapi juga kemampuan negara menjaga ketahanan ekonomi, pangan, siber, dan stabilitas sosial.

"Ketahanan nasional seperti itulah yang harus terus kita wujudkan," ucap Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab pada Rabu (19/8/2026).

Menurut Gatot, situasi geopolitik dunia yang semakin memanas membuat Indonesia harus memperkuat kemandirian nasional.

Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dinilai tetap berpotensi menjadi sasaran kepentingan negara lain.

Karena itu, kemandirian ekonomi menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan.

Gatot menyoroti kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk tingginya angka pengangguran, yang menurutnya tidak boleh dianggap sebagai persoalan ekonomi semata.

"Jika tidak terkelola bisa menjadi bom waktu sosial. Dapat menjadi ancaman terhadap keamanan nasional" katanya.

baca juga

Gatot juga menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu demoralisasi apabila tidak segera ditangani.

Selain itu, ia menyinggung puluhan ribu calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos perguruan tinggi negeri tetapi tidak melanjutkan proses pendaftaran karena terkendala mahalnya biaya pendidikan.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. [Dok TNI]
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. [Dok TNI]

Tiga Pilar untuk Menjaga Kedaulatan

Gatot kemudian menyebut tiga aspek yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga kedaulatan Indonesia di masa mendatang.

Pertama, memperkuat pertahanan nirmiliter, terutama melalui ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam. Menurut Gatot, ketergantungan terhadap impor kebutuhan pokok dapat menjadi titik lemah bagi sebuah negara.

Ketika kebutuhan dasar masyarakat sepenuhnya bergantung pada negara lain, Indonesia dinilai rentan terhadap tekanan ekonomi maupun politik dari luar.

Kedua, memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

Penguatan tersebut tidak hanya dilakukan dengan memproduksi peralatan militer sendiri, tetapi juga meningkatkan kemampuan personel TNI agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Gatot juga menekankan pentingnya menjaga netralitas TNI agar tidak terlibat dalam politik praktis.

Ketiga, membangun kemandirian ekonomi.

Menurut Gatot, pemerintah di era kepemim pinan Presiden Prabowo Subianto perlu memperkuat industri padat karya untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan mencegah angka pengangguran terus meningkat.

Dengan demikian, pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada kemampuan ekonomi dan ketahanan masyarakat.

"Kedaulatan tidak pernah hanya diberikan secara cuma-cuma. Ia harus terus diperjuangkan, dijaga, berapa pun harganya harus kita bayar," tegas Gatot.

Gatot menilai Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi dan politik yang kompleks.

Karena itu, ia optimistis kedaulatan Indonesia dapat terus dijaga apabila pemerintah membangun kekuatan nasional secara menyeluruh dan melibatkan masyarakat.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Terkini

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:36 WIB

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Urutan Pakai Viva Queen Covering Cream untuk Makeup Harian, Jangan Sampai Terbalik

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:00 WIB

7 Penyebab Memori HP Murah Cepat Penuh padahal Aplikasi Sedikit, Simak Solusinya

7 Penyebab Memori HP Murah Cepat Penuh padahal Aplikasi Sedikit, Simak Solusinya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Apa Saja Syarat Penerima BSU Rp900 Ribu Kemnaker 2026? Begini Penjelasannya

Apa Saja Syarat Penerima BSU Rp900 Ribu Kemnaker 2026? Begini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:49 WIB

×