- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meresmikan Bus Rapid Transit Mebidang pada Rabu, 19 Agustus 2026.
- Kementerian Perhubungan meluncurkan proyek percontohan bus listrik untuk mengatasi tingkat kemacetan Kota Medan yang mencapai 54,2 persen.
- Operasi penuh 30 unit bus listrik ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan tarif terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, peluncuran BRT listrik di kawasan Mebidang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk meningkatkan konektivitas serta menyediakan transportasi publik yang modern, aman, terintegrasi, dan ramah lingkungan.
Program tersebut ditujukan untuk mengatasi kemacetan, meningkatkan efisiensi waktu tempuh, serta mengurangi emisi karbon.
Pada tahap uji coba, dua unit bus listrik mulai dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik, terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit sebagai armada cadangan," ujar Yuda.
Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.