Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:36 WIB
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
Jajaran para tokoh NU dan kandidat Ketua Umum PBNU.
baca 10 detik
  • Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang menghadirkan empat kandidat Ketua Umum PBNU.
  • Empat kandidat tersebut adalah Gus Yahya, Imam Jazuli, Gus Kikin, dan Gus Yusuf.
  • Pemilihan ini menjadi penentu arah organisasi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun ke depan.

Suara.com - Persaingan menuju kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 kian mengerucut. Seminggu menjelang Muktamar ke-35 NU, empat nama disebut menjadi kandidat yang paling diperhitungkan.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Forum tersebut mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa".

Intelektual muda NU sekaligus peneliti Insantara, M Wildan, menyebut empat nama yang kini mengemuka dalam bursa Ketua Umum PBNU, yakni KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Imam Jazuli, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dan KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

"Mereka masing-masing memiliki basis dukungan, pengalaman, jaringan dan karakter kepemimpinan berbeda. Modal politik-organisasi sekaligus tantangan yang berbeda," kata Wildan dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Gus Yahya: Modal Petahana dan Beban Evaluasi

Gus Yahya sebagai petahana, menurut Wildan memiliki keunggulan berupa pengalaman memimpin PBNU, penguasaan struktur organisasi, serta jaringan yang terbentuk selama periode kepemimpinannya.

Sejumlah agenda modernisasi organisasi juga menjadi bagian dari warisan kepemimpinannya, termasuk digitalisasi tata kelola melalui berbagai platform organisasi.

"Dari sisi politik organisasi, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan kepemimpinan," tegas Wildan.

Namun, posisi sebagai petahana sekaligus menjadi tantangan. Gus Yahya tidak hanya menawarkan program baru, tetapi juga harus mempertanggungjawabkan capaian selama satu periode.

baca juga

"Polemik tata kelola organisasi, hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah, persoalan keuangan, pengelolaan aset dan usaha organisasi, hingga berbagai kontroversi dan kasus korupsi yang melibatkan pengurus menjadi bahan evaluasi yang tidak dapat dilepaskan dari arena Muktamar," jelasnya.

Menurut Wildan, penilaian terhadap kepemimpinan Gus Yahya di internal NU pun terbelah.

Sebagian menilai Gus Yahya membawa modernisasi dan membuka ruang baru bagi NU di tingkat global. Sebagian lainnya menyoroti persoalan tata kelola dan konsolidasi internal.

"Bahkan kepemimpinan Gus Yahya oleh sebagian besar kalangan dianggap paling gagal dalam sejarah PBNU," tegasnya.

Empat kandidat kuat Ketum PBNU.
Empat kandidat kuat Ketum PBNU.

Imam Jazuli Tawarkan Transformasi Pesantren

Nama kedua adalah KH Imam Jazuli. Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, tersebut dinilai menawarkan positioning berbeda sebagai kandidat independen dengan latar belakang pesantren, pengalaman akademik, dan gagasan transformasi NU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Terkini

Apakah Boleh Ganti Oli Motor 7 Bulan Sekali? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Ganti Oli Motor 7 Bulan Sekali? Ini Penjelasannya

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:16 WIB

Sunyinya Lokasi Dugaan Penyerangan Pengurus BEM UI di Tebet

Sunyinya Lokasi Dugaan Penyerangan Pengurus BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:16 WIB

Pertamina Lepas 120 Anggota Komunitas Motor Menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Pertamina Lepas 120 Anggota Komunitas Motor Menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara

Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Kemenko Hilirisasi Buka Jalan, Tapi Investor Jangan Dipersulit Lagi

Kemenko Hilirisasi Buka Jalan, Tapi Investor Jangan Dipersulit Lagi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Gibran Lulusan Mana? Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran akan Dibacakan Malam Ini

Gibran Lulusan Mana? Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran akan Dibacakan Malam Ini

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Beli Telur Murah di Indomaret Pakai BRImo, Promo Hanya Rp11 Ribuan

Beli Telur Murah di Indomaret Pakai BRImo, Promo Hanya Rp11 Ribuan

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Ekspor Panel Surya ke AS Terhenti, Pemerintah Optimalkan Pasar Domestik

Ekspor Panel Surya ke AS Terhenti, Pemerintah Optimalkan Pasar Domestik

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Memahami Takdir, Keberanian, dan Kebijakan dalam Novel 'The Alchemist'

Memahami Takdir, Keberanian, dan Kebijakan dalam Novel 'The Alchemist'

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Thailand Gagal Juara, Eks Bali United: Selamat Timnas Indonesia, Wasit Goblok!

Thailand Gagal Juara, Eks Bali United: Selamat Timnas Indonesia, Wasit Goblok!

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:08 WIB

×