- Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa tektonik magnitudo 5,1 pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026.
- Gempa susulan berkekuatan dangkal ini dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
- BMKG mencatat 5.089 aktivitas gempa susulan hingga Sabtu pagi akibat rangkaian pasca-gempa besar sebelumnya.
Suara.com - Masyarakat di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Sabtu pagi (22/8/2026).
Hasil pemutakhiran data BMKG menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo M 5,1 menggetarkan wilayah tersebut pada pukul 09:31 WITA.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 64 km arah timur laut Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman dangkal 16 km. Meski getarannya cukup terasa di beberapa wilayah seperti Lamba Leda dan Reok, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan analisis teknis, gempa ini dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hal ini menjelaskan mengapa getaran terasa cukup kuat (skala IV MMI), yang diibaratkan seperti getaran yang dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa gempa ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pasca-gempa besar M 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangannya yang diterima di Kupang, Sabtu.
Data Mengejutkan: 5.089 Gempa Susulan
Yang cukup mencengangkan, hingga Sabtu pagi pukul 09:00 WITA, BMKG mencatat frekuensi gempa susulan yang sangat tinggi di wilayah tersebut.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 5.089 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M 6,2,” kata Wijayanto.
BMKG kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta menghindari bangunan yang sudah mengalami retakan akibat gempa sebelumnya.
Pastikan selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak termakan isu hoaks yang tidak bertanggung jawab. (Antara)