Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
Rumah warga di Desa Ruang RT 003 RW 002 Kampung Bola, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT yang masih hancur akibat gempa. (Dok: warga).
baca 10 detik
  • Distribusi bantuan logistik pangan pemerintah untuk korban gempa di Flores, NTT, dinilai belum merata hingga Sabtu (22/8/2026).
  • Warga Desa Ruang, Manggarai, hanya menerima bantuan minim berupa satu gelas beras, satu butir telur, dan satu mi instan per keluarga.
  • Korban gempa di Kabupaten Manggarai terpaksa tidur di luar rumah tanpa kasur serta terpal layak akibat belum tersentuh penanganan darurat.

Suara.com - Genap seminggu berlalu sejak gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 meluluhlantakkan wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), distribusi bantuan logistik dari pemerintah terbukti belum merata.

Sejumlah korban terdampak di kawasan pelosok hingga kini masih terlantar dan belum tersentuh penanganan darurat secara memadai.

Kondisi kritis ini salah satunya dialami oleh warga terdampak di Desa Ruang RT 003 RW 002 Kampung Bola, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai.

Tujuh hari pascabencana, kehidupan warga di kawasan ini masih lumpuh akibat rentetan gempa susulan serta sapuan kerusakan rumah yang parah.

Selvi, seorang warga Desa Ruang, membeberkan realita pahit betapa timpangnya pembagian logistik di wilayahnya selama sepekan terakhir.

Bantuan yang diterima warga amat sangat minim, bahkan jauh dari kata layak untuk menyambung hidup pascabencana.

"Tidak, tidak ada (bantuan dari pemerintah). Beras satu gelas, terus ada telur satu, sudah itu, mi (instan) lagi satu mi (untuk). Itu bantuannya. Tidak ada bantuan yang lain," kata Selvi saat dihubungi Suara.com, Sabtu (22/8/2026).

Penyaluran logistik pangan dari pemerintah di minggu pertama bencana ini juga dinilai sangat tidak masuk akal.

Minimnya komoditas pangan yang dibagikan membuat warga kebingungan membaginya di tengah situasi darurat.

baca juga

Di kampungnya saja setidaknya ada 26 kepala keluarga (KK) yang terdampak dengan setidaknya 12 rumah warga yang rusak parah. Sedangkan bantuan yang diterima per KK sejauh ini masih sangat minim.

"Satu telur. Satu mi, satu bungkus mi (untuk) tiga orang (satu KK). Bagaimana cara baginya pak? Lebih baik kasih anak-anak sudah itu," kata dia.

Rumah warga di Desa Ruang RT 003 RW 002 Kampung Bola, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT yang masih hancur akibat gempa. (Dok: warga).
Rumah warga di Desa Ruang RT 003 RW 002 Kampung Bola, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT yang masih hancur akibat gempa. (Dok: warga).

Diungkapkan Selvi, tanpa penanganan darurat yang merata dari pemerintah selama sepekan, para warga terpaksa tidur menggeletak di luar rumah.

Keadaan kian menyiksa karena fasilitas tenda pengungsian dasar seperti kasur dan terpal utuh belum juga didistribusikan.

"Ini tidur di luar. Kami ini, tidak ada ini, tidak ada terpal toh. Kasur untuk tidur lagi begitu, tidak ada. Nah, itu makanya kami tidur di luar. Pakai tenda, tapi tidak ada kasur. Tidak ada kasurnya, terpalnya juga, robek-robek semua," ungkapnya.

Memasuki hari ketujuh pascagempa, gerak cepat pemerintah pusat maupun daerah dipertanyakan warga setempat.

Garis koordinasi dan keberadaan penanganan resmi belum dirasakan dampaknya secara nyata oleh korban bencana di Desa Ruang.

"Belum, belum ada (informasi bantuan datang)," ujarnya.

Hingga saat ini, ratusan warga terdampak hanya bisa bergantung pada harapan agar uluran tangan pemerintah segera tiba secara adil dan merata.

Kebutuhan mendesak seperti tenda berlindung, terpal, pasokan makanan, hingga obat-obatan menjadi prioritas utama yang harus segera dipenuhi.

"Itu kami minta ini, minta terpal itu untuk mau bikin tenda, itu, itu yang utamanya, (karena) tidurnya masih di luar. Soalnya rumah sudah roboh dan tidak bisa ditempati lagi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga

Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Sigap Blusukan Demi Cari Suara, Lambat Hadir untuk Korban Bencana

Sigap Blusukan Demi Cari Suara, Lambat Hadir untuk Korban Bencana

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Terkini

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI

Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif

Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara

Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak

Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74

Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'

Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'

Kalbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar

Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:30 WIB

673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu

673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:28 WIB

Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik

Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:27 WIB

×