Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

Galih Prasetyo

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
Melanie Subono mendatangi Kalimantan Tengah yang mengalami kebakaran hutan hingga 800 ribu hektare. [ Fajar Dewanto]
baca 10 detik
  • Prof Gusti Hardiansyah meminta masyarakat tidak panik karena data titik panas karhutla di Kalimantan memerlukan verifikasi lapangan.
  • Dampak kabut asap karhutla menyebabkan penundaan penerbangan di Bandara Supadio Pontianak dan meliburkan ratusan sekolah di Malaysia.
  • Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat bersama kesiapan berbagai pihak dan operasi modifikasi cuaca.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Namun, masyarakat diminta tidak langsung panik hanya berdasarkan data titik panas atau hotspot yang beredar.

Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak sekaligus Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof H Gusti Hardiansyah, mengatakan data hotspot perlu dibedakan dari fakta kebakaran yang benar-benar terjadi di lapangan.

Menurutnya, setiap titik panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan perlu dikonfirmasi dengan pengecekan langsung atau ground truthing.

“Kalau saya lihat nih, kita harus bedakanlah dengan data ya. Saya merasa seminggu ini terlalu panik. Pemberitaan-pemberitaan itu panik kesannya,” ujar Gusti.

Gusti menjelaskan data titik panas dapat diperoleh dari Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Namun, data tersebut tetap membutuhkan verifikasi di lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (22/8/2026). [Dok Humas Polda Lampung]
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (22/8/2026). [Dok Humas Polda Lampung]

“Data hotspot dari SiPongi, dari BMKG, itu kan perlu di-ground truthing,” katanya.

Ia mencontohkan laporan mengenai sekitar 3.400 hotspot yang sempat terdeteksi di Kalimantan Barat. Jumlah serupa juga disebut muncul di Kalimantan Tengah.

baca juga

Namun, setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim melakukan pengecekan langsung, jumlah lokasi yang benar-benar menunjukkan adanya kebakaran ternyata lebih sedikit.

“Pagi harinya dapat berita 3.400-an hotspot, di Kalteng juga demikian. Tapi setelah BNPB dan tim turun, itu kurang dari itu,” ujarnya.

Karena itu, Gusti meminta informasi mengenai karhutla disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Meski meminta masyarakat tidak panik, Gusti mengakui dampak karhutla dan kabut asap sudah terasa di sejumlah wilayah.

Ia menyinggung kondisi di Malaysia yang berada di Pulau Kalimantan. Menurutnya, terdapat laporan sekitar 600 sekolah di Malaysia diliburkan akibat kondisi kabut asap.

“Saya pikir memang kebetulan anginnya ke arah sana,” katanya.

Dampak kabut asap juga sempat dirasakan di Kalimantan Barat. Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak dilaporkan mengalami penundaan.

“Kalbar juga kemarin di Supadio ada delay sebentar ya, ada kurang lebih 20 penerbangan,” ujar Gusti.

Gusti mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang turun langsung meninjau kondisi karhutla di Kalimantan Barat pada Sabtu.

Menurutnya, kehadiran Presiden di lapangan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penanganan kebakaran sekaligus kesiapan menghadapi potensi perluasan karhutla.

Dunia usaha juga dinilai mulai meningkatkan kesiapsiagaan. Gusti menyebut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah mengeluarkan edaran dan melakukan persiapan di lapangan.

Ia menilai tingginya risiko karhutla, termasuk yang dipengaruhi kondisi El Nino, harus diimbangi dengan kesiapan yang sama kuat.

“Risiko karhutla yang tinggi, betul, El Nino yang tinggi, itu kita lawan juga dengan kesiapan kita yang tinggi. Sehingga tidak panik,” katanya.

Gusti mengingatkan kepanikan justru dapat membuat penanganan karhutla menjadi tidak efektif.

Kondisi tersebut berisiko mendorong berbagai pihak saling menyalahkan ketika seharusnya fokus pada pengendalian kebakaran.

“Karena kesannya kalau kita panik, kita sesama kita mencari kesalahan, kesalahan ini jadi saling salah,” ungkapnya.

Selain pemadaman langsung, Gusti menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi risiko karhutla dalam jangka pendek.

Ia menyebut BMKG, TNI, dan Polri telah menyiapkan pesawat untuk mendukung pelaksanaan OMC. Pendanaan dari Kementerian Sekretariat Negara juga disebut telah tersedia.

Namun, pelaksanaan OMC menghadapi kendala kondisi atmosfer. Awan yang tersedia dinilai terlalu tipis sehingga belum mendukung operasi secara optimal.

“Pesawat-pesawat sudah siap, pendanaan dari Kementerian Sekretariat Negara juga sudah siap, tapi karena awannya tipis, ya tipis sekali. Jadi ini juga perlu kita jelaskan,” kata Gusti.

Gusti menilai penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perusahaan, masyarakat, aparat keamanan, perguruan tinggi, dan media juga memiliki peran dalam mencegah serta menangani kebakaran.

“Ini nggak bisa kerja satu institusi sendiri. Dan saya pikir juga media berperan untuk mengevaluasi ini,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menegaskan penegakan hukum tetap harus dilakukan apabila ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran prosedur pencegahan karhutla.

“Kalau memang kejadiannya sengaja dibakar atau tidak melakukan SOP yang dilakukan, saya pikir penindakan hukum harus juga dilakukan,” tegasnya.

Gusti mengatakan kondisi El Nino masih perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko karhutla dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu menggunakan data beberapa tahun terakhir untuk membaca pola kebakaran dan menentukan langkah penanganan.

Ia kembali mendorong pelaksanaan OMC sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan ketika kondisi awan memungkinkan.

Selain pendekatan teknologi, Gusti juga mengajak masyarakat menggunakan pendekatan keagamaan dan kearifan lokal dalam menghadapi kekeringan.

“Bagi umat Islam, kita harus laksanakan salat istisqa, minta hujanlah,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama menghadapi ancaman karhutla tanpa menciptakan kepanikan.

“Mungkin ini karena ini adalah bencana ya, jadi kita juga ada tangan-tangan Tuhan yang memang kita harapkan memberikan rahmat dan hidayah untuk kita menjaga lingkungan kita ini,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan

Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya

Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden

Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:05 WIB

40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla

40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×