- Gempa magnitudo 5,2 mengguncang Ruteng, Manggarai, NTT, pada Senin, 24 Agustus 2026 pagi.
- BNPB mencatat 91 orang meninggal dunia dan 1.286 warga mengalami luka-luka akibat rangkaian besar yang melanda NTT sebelumnya.
- Sebanyak 5.688 gempa susulan terjadi di wilayah NTT dan diperkirakan masih berlangsung beberapa pekan.
![Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/21/72285-gempa-ntt-pengungsi-korban-gempa-ntt.jpg)
Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi
Situasi di sejumlah wilayah terdampak juga belum sepenuhnya stabil. Hingga Minggu, BNPB mencatat telah terjadi 5.688 kali gempa susulan sejak gempa utama mengguncang NTT.
Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berada pada magnitudo 1,1. Dalam satu hari terakhir, warga masih merasakan sekitar 130 kali gempa susulan.
BNPB memperkirakan rangkaian gempa susulan tersebut masih dapat berlangsung selama beberapa pekan atau sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama terjadi.
Meski demikian, untuk gempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Manggarai pada Senin pagi, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami. (Antara)