Dilarang Gelar Lapak Mulai 31 Agustus, Bagaimana Nasib PKL Kramat Jati?

Muhamad Yasir

Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Dilarang Gelar Lapak Mulai 31 Agustus, Bagaimana Nasib PKL Kramat Jati?
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memberikan keterangan setelah meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Jakarta Timur melarang pedagang berjualan di trotoar Jalan Raya Bogor mulai 31 Agustus 2026 demi mengatasi kemacetan.
  • 621 tempat disiapkan di tiga lokasi binaan dan Pasar Jaya untuk menampung para pedagang terdampak.
  • Penataan kawasan ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Timur menyiapkan sekitar 621 tempat untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati.

Relokasi dilakukan menyusul keputusan Pemkot Jakarta Timur yang melarang aktivitas berjualan di kawasan tersebut mulai 31 Agustus 2026.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyebut ada tiga lokasi binaan (lokbin) yang menjadi alternatif tempat relokasi para pedagang, yakni Lokbin Kramat Jati, Lokbin Cililitan, dan Lokbin Nusa.

“Lokbin Kramat Jati memiliki kapasitas kosong yang cukup besar terdapat 114 kios kosong, Lokbin Cililitan 21 kios kosong dan Lokbin Nusa 27 Kios kosong,” jelas Munjirin dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) meninjau kondisi jalan yang licin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) meninjau kondisi jalan yang licin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Selain tiga lokbin tersebut, Pemkot Jakarta Timur juga menyiapkan tempat lainnya untuk menampung pedagang terdampak relokasi. Penempatan akan dilakukan berdasarkan pemetaan jenis dagangan dan kesesuaian lokasi.

PD Pasar Jaya Kramat Jati juga telah menyatakan kesiapan menampung para pedagang sesuai kapasitas kios dan los yang tersedia.

“Baik pedagang daging, ayam, ikan, maupun kerang, kapasitas serta pembagian kios dan los selanjutnya akan difinalisasi oleh PD Pasar Jaya,” imbuh Munjirin.

Pemkot Jakarta Timur memastikan proses relokasi dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pedagang.

Penataan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mengatasi persoalan kemacetan dan kekumuhan di kawasan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati.

baca juga

Pemkot Jakarta Timur menegaskan penataan bukan untuk melarang warga berjualan, melainkan memindahkan aktivitas perdagangan dari bahu jalan dan trotoar ke lokasi yang sesuai ketentuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 31 Agustus! PKL Dilarang Berjualan di Bahu Jalan dan Trotoar Kramat Jati

Mulai 31 Agustus! PKL Dilarang Berjualan di Bahu Jalan dan Trotoar Kramat Jati

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:12 WIB

Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!

Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:19 WIB

Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban

Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Terkini

Cuaca Panas Ekstrem? Ini 4 Lip Balm SPF 50 Biar Bibir Nggak Gosong!

Cuaca Panas Ekstrem? Ini 4 Lip Balm SPF 50 Biar Bibir Nggak Gosong!

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal

Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Cleansing Oil Hada Labo untuk Kulit Apa? Simak Kandungan, Keunggulan, dan Review Pengguna

Cleansing Oil Hada Labo untuk Kulit Apa? Simak Kandungan, Keunggulan, dan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI

Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Ada Konser Avenged Sevenfold di JIS, Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatifnya

Ada Konser Avenged Sevenfold di JIS, Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatifnya

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Video | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Kaltim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:18 WIB

×