Bagaimana Strategi Sanksi AS ke Iran Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:55 WIB
Bagaimana Strategi Sanksi AS ke Iran Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia?
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia bergerak stabil setelah investor menilai sanksi ekonomi AS terhadap Iran berrisiko rendah.

  • Iran mengancam keamanan pelayaran Selat Hormuz yang menjadi jalur 20 persen pasokan minyak dunia.

  • Cadangan minyak strategis Amerika Serikat anjlok ke tingkat terendah sejak November tahun 1982.

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak stabil pada Selasa setelah sempat merosot lebih dari dua persen akibat aksi ambil untung investor. Penurunan tekanan spekulasi terjadi seiring keputusan Amerika Serikat yang memilih strategi pengetatan ekonomi dibanding aksi militer langsung.

Keputusan Gedung Putih memperluas sanksi sekunder terhadap Iran dinilai para pelaku pasar sebagai opsi berrisiko lebih rendah bagi gangguan pasokan fisik. Langkah diplomasi ekonomi ini langsung meredam kekhawatiran konflik bersenjata terbuka di kawasan Timur Tengah.

Meskipun demikian, risiko gangguan distribusi di Selat Hormuz tetap membayangi pergerakan harga komoditas energi global tersebut. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut berpotensi memicu volatilitas harga sewaktu-waktu.

Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]
Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]

Pergerakan harga minyak mentah Brent mencatatkan penurunan tipis sembilan sen ke level 92,16 dolar AS per barel. Sementara itu, acuan West Texas Intermediate justru menguat tipis satu sen menjadi 85,02 dolar AS per barel.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk memutus urat nadi perekonomian Iran demi menghentikan konflik yang sedang berlangsung. Negara-negara mitra diminta memilih antara menghentikan hubungan dagang dengan Tehran atau kehilangan akses sistem keuangan berbasis dolar.

Bagaimana Strategi Sanksi AS Memengaruhi Pergerakan Harga Minyak?

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan langkah pengetatan ini diambil untuk menekan pendapatan ekonomi pihak lawan secara signifikan.

"Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Senin memperkenalkan perluasan sanksi untuk memutus urat nadi ekonomi Iran, untuk memaksa penghentian perang di antara mereka, dengan memberi tahu negara-negara bahwa mereka harus memutuskan hubungan bisnis mereka atau berisiko diputus dari sistem keuangan berbasis dolar," ungkap laporan resmi terkait arahan kebijakan tersebut.

Pemerintah AS memberikan tenggat waktu kepatuhan bagi negara-negara mitra sebelum menerapkan sanksi keuangan tersebut secara penuh. Keputusan untuk tidak menyebutkan daftar negara sasaran secara terbuka memberi ruang penyesuaian bagi industri energi internasional.

baca juga

Analis pasar menilai pendekatan penekanan ekonomi ini berhasil mengendalikan lonjakan harga minyak secara mendadak di pasar global. Pasar merespons positif langkah diplomasi keuangan ketimbang potensi ancaman serangan militer langsung ke fasilitas produksi.

"Pasar tampaknya menilai tekanan ekonomi sebagai jalur yang berisiko lebih rendah bagi pasokan fisik dibandingkan tindakan kinetik, itulah sebabnya reaksi awal minyak adalah bergerak lebih rendah daripada melonjak lebih tinggi," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM.

Seberapa Besar Ancaman Gangguan Jalur Pelayaran Selat Hormuz?

Ancaman balasan dari pihak Iran terhadap lalu lintas kapal tanker di kawasan Selat Hormuz masih menahan penurunan harga lebih jauh.

"Namun, Iran masih mempertahankan kemampuan untuk merespons dengan mengganggu pelayaran, yang terus mempertahankan premi tersisa pada harga minyak," peringat Tim Waterer.

Insiden serangan terhadap kapal tanker minyak di lepas pantai Oman mempertegas tingginya risiko keamanan di koridor pelayaran vital tersebut. Sebuah proyektil tidak dikenal dilaporkan menghantam kapal hingga melumpuhkan operasinya di wilayah perairan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sanksi AS ke Iran Meluas, Harga Minyak Justru Menahan Napas

Sanksi AS ke Iran Meluas, Harga Minyak Justru Menahan Napas

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel

Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Video | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Kaltim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Apakah Flek Hitam Menahun Bisa Hilang Total Tanpa Operasi?

Apakah Flek Hitam Menahun Bisa Hilang Total Tanpa Operasi?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Calvin Verdonk Ungkap Perjuangan Tak Biasa Usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Calvin Verdonk Ungkap Perjuangan Tak Biasa Usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis

Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Harga HP Redmi Terbaru Oktober 2026, Cek Pilihan Ponsel Murah Berfitur Mewah

Harga HP Redmi Terbaru Oktober 2026, Cek Pilihan Ponsel Murah Berfitur Mewah

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru dan Pulihkan Produksi Migas Pasca-Banjir Aceh Tamiang

Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru dan Pulihkan Produksi Migas Pasca-Banjir Aceh Tamiang

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Kritik Penertiban PT KEL, Haris Azhar: Satgas PKH Pakai Rezim Hukum Apa?

Kritik Penertiban PT KEL, Haris Azhar: Satgas PKH Pakai Rezim Hukum Apa?

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda

Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:00 WIB

×