Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

Bella, Novian Ardiansyah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:47 WIB
Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari (dok. BAKOM)
baca 10 detik
  • Pemerintah melalui Bakom RI berjanji segera memperbaiki anomali data desil setelah mendapat banyak keluhan masyarakat.
  • DPR mendesak pembentukan tim khusus untuk mengevaluasi data BPS karena perubahan desil mengancam beasiswa mahasiswa.
  • Kasus perubahan desil yang tidak sesuai realita lapangan memicu kekhawatiran terhadap program perlindungan sosial.

Suara.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memastikan pemerintah segera melakukan koreksi dan perbaikan, menyusul keluhan masyarakat mengenai anomali desil.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan keluhan-keluhan tersebut menjadi masukan bagi pemerintah.

"Ya, tentunya keluhan-keluhan yang terjadi, masalah-masalah yang terjadi menjadi masukan bagi pemerintah untuk bisa dikoreksi," kata Qodari di kantor Bakom RI, Rabu (26/8/2026).

Qodari berujar pemerintah melalui Bakom akan melakukan diskusi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menanggapi keluhan masyarakat mengenai desil.

"Nanti kami sendiri juga akan diskusi lagi dengan teman-teman di BPS, sekaligus juga diskusi dengan Dewan Ekonomi Nasional. Intinya sistem perlindungan sosial kita ini harus terus kita sempurnakan baik menggunakan teknologi maupun dari segi kriteria," kata Qodari.

Sebelumnya, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, mendesak pembentukan tim khusus untuk mengevaluasi data desil secara masif. Langkah ini sebagai respons terhadap anomali desil yang terjadi dan mengancam penerima KIP.

Selain itu, Selly meragukan kualitas data, metodologi, proses pemutakhiran, hingga verifikasi sistem Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penentuan desil masyarakat.

“Hasil sistem bertentangan dengan fakta yang kasat mata di lapangan, yang harus diperiksa adalah kualitas datanya, metodologinya, proses pemutakhirannya, dan mekanisme verifikasinya,” kata Selly Gantina dalam siaran persnya, Selasa (25/8/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (ANTARA/HO-Humas DPR RI)
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (ANTARA/HO-Humas DPR RI)

Sebelumnya, sejumlah masyarakat mulai menemukan adanya perbedaan data desil dengan realitas di lapangan.

baca juga

Salah satunya Timbul (49), tukang becak di Kulon Progo, Yogyakarta, yang tercatat desilnya berubah dari 1 ke 9.

Temuan ini mengancam anaknya yang kini diterima kuliah lantaran tak mendapatkan beasiswa.

Selain meragukan data dan mendorong pembentukan tim khusus, Selly meminta pemerintah tidak menggunakan desil sebagai 'vonis tunggal' untuk menentukan seseorang layak atau tidak mendapatkan perlindungan sosial. Sebab, hal tersebut mengancam hak dan keberlanjutan program perlindungan sosial masyarakat.

Termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tentunya akan berimbas. Ia melihat jika perubahan desil diterapkan secara kaku kepada penerima yang sudah berada dalam program, negara justru berpotensi dirugikan.

“Anak-anak yang sebelumnya sudah dinyatakan layak, sudah menerima manfaat, bahkan ada yang sebelumnya tercatat sebagai penerima KIP, tiba-tiba status desilnya berubah menjadi tinggi karena pemutakhiran DTSEN,” terangnya sembari menegaskan persoalan administrasi data mengancam bantuan mahasiswa.

Berkaca dari fakta di lapangan, legislator dari Dapil Jabar VIII Cirebon-Indramayu melihat masih terdapat kesenjangan antara kondisi riil masyarakat dengan data yang terbaca dalam sistem.

Bahkan, dalam aplikasi panduan pembaruan data ekonomi keluarga yang dikhususkan bagi calon penerima KIP, proses verifikasi harus melihat banyak sekali variabel: identitas keluarga, koordinat tempat tinggal, kondisi dan status rumah, luas bangunan, lantai, dinding, atap, sanitasi, sumber air dan listrik, pengeluaran keluarga, pendapatan, kepemilikan aset, sampai kondisi anggota keluarga.

“Artinya, data kemiskinan dan kerentanan sosial memang tidak sesederhana angka desil. Karena itu, kasus seorang tukang becak yang masuk desil 9, sementara seorang lurah justru berada di desil 8, harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kualitas pemadanan dan pembaruan data,” beber Selly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Kata Pemerintah Soal Demo AMPB di DPR Besok

Kata Pemerintah Soal Demo AMPB di DPR Besok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Viral Budi Arie Singgung Perubahan Politik Sebelum 2029, Kepala Bakom Qodari Ogah Beri Tanggapan

Viral Budi Arie Singgung Perubahan Politik Sebelum 2029, Kepala Bakom Qodari Ogah Beri Tanggapan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:45 WIB

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Masuk Desil 3 Belum Tentu Dapat Bansos, Begini Cara Menentukannya

Masuk Desil 3 Belum Tentu Dapat Bansos, Begini Cara Menentukannya

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!

Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Warga Miskin Bisa Tak Dapat Bansos, Asosiasi Buruh Minta Klasifikasi Desil Dievaluasi Total

Warga Miskin Bisa Tak Dapat Bansos, Asosiasi Buruh Minta Klasifikasi Desil Dievaluasi Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Jalani Tes Jadi Gubernur BI, Destry Mau Jaga Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jalani Tes Jadi Gubernur BI, Destry Mau Jaga Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Borussia Monchengladbach Kasih Kevin Diks Jabatan Penting

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Borussia Monchengladbach Kasih Kevin Diks Jabatan Penting

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Apa Beda Strawberry Skin dan Chicken Skin? Ini Penyebab serta Cara Mengatasinya

Apa Beda Strawberry Skin dan Chicken Skin? Ini Penyebab serta Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:35 WIB

Bukan Bayaran, Warga Pati Patungan ke Jakarta Demi Suarakan RUU Perampasan Aset di DPR

Bukan Bayaran, Warga Pati Patungan ke Jakarta Demi Suarakan RUU Perampasan Aset di DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Penulis Sebut The Trauma Code Season 2 Syuting Oktober, Netflix Buka Suara

Penulis Sebut The Trauma Code Season 2 Syuting Oktober, Netflix Buka Suara

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Biar MBR Tak Tercekik! Sewa Rusunawa Diminta Turun dan Tarif Mikrotrans Jangan Naik

Biar MBR Tak Tercekik! Sewa Rusunawa Diminta Turun dan Tarif Mikrotrans Jangan Naik

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:29 WIB

Dua Rumah di Kompleks TNI AL Pondok Labu Terbakar, Diduga Dipicu Masalah Listrik

Dua Rumah di Kompleks TNI AL Pondok Labu Terbakar, Diduga Dipicu Masalah Listrik

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:27 WIB

×