- Tempo Data Science merilis survei nasional di Jakarta pada 26 Agustus 2026.
- Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Prabowo-Gibran turun drastis menjadi 37 persen pada Agustus 2026.
- Mahalnya harga kebutuhan pokok dan sulitnya lapangan pekerjaan menjadi alasan utama ketidakpuasan masyarakat.
Lima alasan utama tersebut yakni bantuan sosial yang dirasakan masyarakat sebesar 16 persen, program MBG yang dinilai bermanfaat sebesar 15 persen, program pemerintah yang dinilai bermanfaat sebesar 10 persen, program pemerintah yang dinilai berjalan atau terlaksana sebesar 8 persen, serta kepemimpinan yang dinilai tegas atau berwibawa sebesar 7 persen.
Secara keseluruhan, penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam survei Agustus 2026 memperoleh skor rata-rata 5,8 dari 10.
"Approval rating terus melemah sepanjang 2026, hingga seluruh penilaian kepuasan turun ke bawah 50 persen pada Agustus. Ketidakpuasan tertinggi muncul di Banten dan usia 26-30 tahun," papar Khairul.
Survei Tempo Data Science tersebut dilakukan melalui wawancara langsung terhadap 1.260 responden yang tersebar di 38 provinsi.
Hasil survei juga menunjukkan persoalan ekonomi menjadi sumber kegelisahan publik. Sebanyak 36 persen responden menyebut harga kebutuhan pokok mahal atau naik sebagai masalah utama, disusul ekonomi sulit atau menurun 23 persen dan lapangan pekerjaan minim atau pengangguran 16 persen.
Sementara itu, survei mencatat pelayanan dasar masih mendapat penilaian relatif baik. Akses kesehatan dan pendidikan dinilai relatif baik, berbeda dengan persoalan harga kebutuhan pokok dan lapangan kerja yang menjadi tekanan utama masyarakat.