Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri

Bernadette Sariyem

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kemenko Pangan, Rabu (29/7/2026). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut mengundurkan diri dan menyerahkan suratnya kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Pengunduran diri tersebut dilakukan agar ia dapat memenuhi aturan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
  • Pihak istana telah menerima serta memberikan restu atas pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut.

Suara.com - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dikabarkan mengundurkan diri per Rabu (26/8/2026) hari ini. Surat pengunduran dirinya sudah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto.

Pengunduran diri Nasaruddin Umar itu diketahui Suara.com dari Sumber yang berada di dalam pemerintahan.

"Pak Nasaruddin Umar mengundurkan diri. Dia sudah menyerahkan suratnya ke istana. Pihak istana sudah menerima dan merestui," kata Sumber tersebut kepada Suara.com.

Dia menjelaskan, dalam surat itu, Nasaruddin Umar mengundurkan diri karena hendak maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU.

"Itu sesuai aturan. Bahwa pejabat negara yang hendak maju sebagai ketua umum PBNU harus mengundurkan diri," kata dia.

Nasaruddin Umar Membantah

Namun, ketika Suara.com menelepon, Nasaruddin membantah kabar menyebut dirinya mengundurkan diri.

"Kata siapa? (mengundurkan diri), tidak pernah. Itu kayaknya ada orang panik itu," kata Nasaruddin kepada Suara.com.

Nasaruddin menegaskan per Rabu hari ini, ia masih menegaskan masih bekerja di Kementerian Agama.

baca juga

"Saya enggak pernah melakukan itu (mengundurkan diri). Malah saya telah melakukan kegiatan di kantor, peringatan Maulid," kata Nasaruddin.

Nasaruddin menegaskan, dirinya tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Enggak pernah," kata Nasaruddin.

Dia menegaskan, tidak ada aturan bahwa bila dirinya memang menjadi calon Ketua Umum PBNU, diwajibkan mengundurkan diri.

"Iya," ujarnya.

Nasaruddin lantas menyinggung adanya dugaan ada orang panik yang sengaja menyebarkan informasi tersebut.

"Sepertinya ada orang panik itu," kata Nasaruddin.

Saat menerima telepon dari Suara.com, Nasaruddin sedang berada di pesawat untuk bertolak ke Surabaya di Jawa Timur. 

Saat ditanya, apakah kunjungan ke Jawa Timur dalam rangka hadir Muktamar PBNU, Nasarudsin tidak menegaskan. Ia sebatas menyampaikan ada agenda pelantikan.

"Melantik ... Ikatan Ahli Ekonomi Islam di Jawa Timur besok pagi," kata Nasaruddin.

Peta Kekuatan Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung sejak Kamis (27/8) besok, tengah menjadi magnet perhatian publik nasional.

Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat, terutama di jagat media sosial.

Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, arah kepemimpinan PBNU tidak hanya krusial bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi stabilitas sosial dan politik Indonesia.

Publik kini mulai menakar siapa sosok yang paling layak memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan.

Awalnya, terdapat setidaknya 15 tokoh yang namanya berseliweran di media sosial. Namun, berdasarkan data terbaru dari Majalah Risalah NU edisi khusus muktamar, Agustus 2026, kandidat telah mengerucut menjadi tujuh nama yang dianggap memiliki basis dukungan dan kapasitas yang mumpuni.

Ketujuh tokoh ini terbagi ke dalam tiga poros kekuatan berdasarkan visi, rekam jejak, dan latar belakang mereka.

1. Poros Struktural Berkesinambungan: Kontinuitas dan Diplomasi Global

Poros ini diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan birokrasi organisasi maupun pemerintahan. Mereka menawarkan stabilitas dan keberlanjutan program yang sudah berjalan.

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)

Sebagai petahana, Gus Yahya yang lahir pada 16 Februari 1966 tetap menjadi kandidat terkuat. Pada 22 Juli 2026, ia secara resmi menyatakan niatnya untuk kembali memimpin PBNU.

Visi utamanya adalah kemandirian organisasi dengan fokus pada pemantapan gagasan "Merawat Jagat, Membangun Peradaban".

Gus Yahya dikenal piawai dalam memperkuat posisi tawar NU di kancah internasional, membawa misi perdamaian dunia melalui diplomasi agama yang moderat.

Prof. KH Nasaruddin Umar

Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal ini mewakili perpaduan antara ulama dan teknokrat.

Lahir pada 23 Juni 1959, Nasaruddin Umar membawa narasi harmoni keumatan. Ia mendapatkan dukungan signifikan dari cabang-cabang NU di luar Pulau Jawa.

Kehadirannya dipandang sebagai simbol desentralisasi kepemimpinan NU yang didukung oleh pengalaman birokrasi tingkat tinggi.

2. Poros Pesantren Tradisional: Menjaga Khittah dan Akar Rumput

Poros ini menekankan pada pentingnya kembali ke marwah pesantren sebagai pusat transmisi keilmuan dan moralitas NU.

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang lahir pada 17 Agustus 1958 ini merepresentasikan otoritas historis.

Sebagai cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Gus Kikin adalah simbol penjaga tradisi klasik NU.

Kehadirannya memberikan rasa tenang bagi warga Nahdliyin yang menginginkan kepemimpinan yang mengakar kuat pada nilai-nilai dasar pendiri NU.

KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)

Tokoh muda dari Jawa Tengah ini memiliki basis massa yang sangat militan. Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Gus Yusuf telah mengantongi dukungan dari 23 PCNU di Jawa Tengah. Ia dikenal sangat responsif terhadap isu-isu populis dan kesejahteraan ekonomi.

Visi dakwah kulturalnya dianggap mampu menyentuh aspirasi *grassroots* yang menginginkan PBNU lebih peka terhadap masalah sosial sehari-hari.

KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin)

Gus Rozin muncul dengan tawaran paradigma pendidikan yang adaptif. Dalam forum silaturahim PCNU se-Jawa Tengah pada Juli 2026, ia menegaskan kesiapannya maju.

Fokus utamanya adalah menjembatani keilmuan kitab kuning dengan tantangan akademis modern.

Bagi Gus Rozin, warga NU harus tetap profesional tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya.

3. Poros Regenerasi dan Pembaruan: Intelektualitas dan Check and Balances

Kelompok ini diisi oleh tokoh-tokoh yang relatif lebih muda dan menawarkan perspektif baru dalam tata kelola organisasi.

KH Zulfa Mustofa

Lahir pada 7 Agustus 1977, Wakil Ketua Umum PBNU ini dikenal sebagai intelektual yang menguasai ilmu fiqih secara mendalam.

Keunikannya dalam menciptakan syair-syair Bahasa Arab secara spontan menjadikannya sosok yang dikagumi secara kultural.

Ia menawarkan perpaduan ideal antara penguasaan khazanah klasik dan manajemen organisasi yang modern serta lincah.

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)
Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas yang berusia 49 tahun ini dikenal vokal dalam menyuarakan pentingnya  "check and balances" di internal PBNU.

Gus Salam konsisten mengingatkan agar NU tidak terjebak dalam pragmatisme politik praktis. Baginya, organisasi harus tetap berpihak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan publik, terutama demi kepentingan warga NU di tingkat bawah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar

Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU

Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Doa Menag di Upacara HUT RI 81 Panen Cibiran: Masa Isinya Laporan Statistik

Doa Menag di Upacara HUT RI 81 Panen Cibiran: Masa Isinya Laporan Statistik

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:41 WIB

Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Prabowo Mau Pidato, 103 Anggota Dewan Absen di Sidang Tahunan MPR

Prabowo Mau Pidato, 103 Anggota Dewan Absen di Sidang Tahunan MPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Pertalite Jebol Diburu Pengguna Peralihan Pertamax, Tapi Stok Diklaim Aman

Pertalite Jebol Diburu Pengguna Peralihan Pertamax, Tapi Stok Diklaim Aman

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52 WIB

BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh

BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh

Malang | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Haji Isam Akan Caplok Saham Bayan dengan Harga Murah

Haji Isam Akan Caplok Saham Bayan dengan Harga Murah

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Ancaman Tak Terduga di Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Waspadai Angsa Hitam

Ancaman Tak Terduga di Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Waspadai Angsa Hitam

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara

Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Dompet Digital Berevolusi, Tak Lagi Hanya Alat Bayar

Dompet Digital Berevolusi, Tak Lagi Hanya Alat Bayar

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:45 WIB

4 Perbedaan Sepeda Gunung XC, Trail, Enduro, dan Downhill dari Fungsi hingga Medan

4 Perbedaan Sepeda Gunung XC, Trail, Enduro, dan Downhill dari Fungsi hingga Medan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Bukan Cuma 3 Moge, KPK Juga Sita Duit Rp 2,8 Miliar dalam Kasus Bea Cukai

Bukan Cuma 3 Moge, KPK Juga Sita Duit Rp 2,8 Miliar dalam Kasus Bea Cukai

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?

Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Waspada Besok! Investor Diramal Ramai-ramai Ambil Cuan saat Demo

Waspada Besok! Investor Diramal Ramai-ramai Ambil Cuan saat Demo

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:40 WIB

×