- Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang dipimpin Botok batal demo dan masuk Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
- Mereka diterima masuk ruang Rapat Paripurna setelah melakukan proses negosiasi bersama tim negosiator sejak malam sebelumnya.
- Aliansi tersebut menyampaikan tuntutan penting kepada wakil rakyat agar segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menghukum mati koruptor.
Suara.com - Sejumlah aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diterima masuk ke Gedung DPR RI dan ikut dalam rangkaian Rapat Paripurna DPR RI ke-3 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026) hari ini.
Sedianya rekan-rekan AMPB akan menggelar aksi demo pada hari ini. Mereka dipentoli oleh Supriyono alias Botok.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, pada pukul 10.00 WIB, Botok Cs terlihat memasuki Gedung Nusantara 2 menuju ruang Rapat Paripurna digelar.
Mereka tampak dikawal sambil berjalan beriringan. Terlihat pentolan AMPB Botok dan Teguh Istiyanto juga turut berjalan menuju ruang Rapat Paripurna.
Saat dikonfirmasi Botok menyampaikan jika pihaknya diterima oleh tim negosiator. Menurutnya negosiasi juga telah berlangsung sejak tadi malam.
Menurutnya, dengan diterima masuk ke dalam Gedung DPR RI, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan.
"Iya, semoga aspirasi rakyat Indonesia ini direalisasikan, ya," kata Botok.
Sebelumnya, AMPB yang dipimpin Botok dan Teguh akan menggelar aksi demo hari ini. Mereka menuntut dua hal, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukum mati koruptor.