-
Pemerintah Malaysia mempertimbangkan opsi penyesuaian lokasi dan skala perayaan Hari Kebangsaan akibat kabut asap.
-
Keselamatan ribuan pelajar yang mengisi penampilan grafik manusia menjadi pertimbangan utama evaluasi acara.
-
Sebaran kabut asap lintas batas dipicu oleh pergerakan angin yang membawa polusi pembakaran lahan.
Suara.com - Pemerintah Malaysia bersiap menyesuaikan skenario puncak perayaan Hari Kebangsaan akibat lonjakan polusi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berdoa agar asap kebakaran hutan bisa mereda.
Perubahan format perayaan hingga perpindahan lokasi acara kini menjadi pertimbangan utama demi menjaga keselamatan publik. Anwar Ibrahim mengimbau seluruh masyarakat untuk memohon agar kondisi cuaca segera membaik menjelang momentum bersejarah tersebut.
"Kami juga bersiap merayakan Hari Kebangsaan Malaysia, dilanjutkan dengan Hari Malaysia. Hari Kebangsaan jatuh pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September," kata Anwar dikutip dari NST, Kamis (27/8/2026).
![Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/78266-foto-udara-asap-membumbung-tinggi-dari-kebakaran-hutan-dan-lahan-gambut.jpg)
"Kami berdoa kepada Allah agar kabut asap ini dapat dikendalikan sehingga perayaan dapat terus berlangsung," tegas Anwar dalam pidatonya di acara ulang tahun ke-80 Telekom Malaysia.
Ancaman kualitas udara berbahaya ini memaksa jajaran menteri dan lembaga teknis duduk bersama menentukan nasib rangkaian acara.
Menteri Komunikasi Datuk Seri Fahmi Fadzil mengonfirmasi bahwa penyesuaian skala perayaan akan diputuskan langsung oleh Kepala Sekretaris Pemerintah Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar.
Keputusan tersebut diambil usai koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Sumber Daya Alam, MetMalaysia, serta Kementerian Kesehatan.
Bagaimana Pemerintah Melindungi Ribuan Pelajar dari Bahaya Polusi?
Fokus perhatian utama pemerintah tertuju pada malam penyambutan Hari Kebangsaan di Dataran Merdeka yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Kesehatan serta keselamatan sekitar 1.500 siswa sekolah menengah dari tiga negara bagian menjadi prioritas pertimbangan sebelum keputusan final diterbitkan.
Para siswa tersebut dijadwalkan tampil membawakan atraksi grafik manusia pada acara puncak di ruang terbuka.
Kondisi udara di kawasan Putrajaya sendiri tercatat masih berada pada taraf tidak sehat dengan Indeks Pencemaran Udara (IPU) mencapai angka 155.
Kendati jumlah titik berdampak parah secara nasional turun menjadi 10 lokasi, ancaman kesehatan bagi peserta parade tetap tinggi.
Mengapa Kabut Asap Lintas Batas Sulit Mereda dalam Waktu Dekat?
MetMalaysia mengindikasikan bahwa bencana kabut asap sulit terurai selama aksi pembakaran lahan di kawasan tetangga belum padam total.