Banjir Bandang Nepal Dipastikan Tidak Menelan Korban Warga Negara Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Banjir Bandang Nepal Dipastikan Tidak Menelan Korban Warga Negara Indonesia
Banjir bandang Nepal (NDTV)
baca 10 detik
  • Kemlu RI memastikan tidak ada WNI menjadi korban banjir bandang di perbatasan China-Nepal.

  • KBRI Dhaka dan Beijing terus memantau keberadaan 45 WNI serta para pendaki Indonesia.

  • Banjir bandang dahsyat akibat luapan Sungai Bhotekoshi menewaskan ratusan orang serta merusak fasilitas.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia WNI di Nepal dan Tibet selamat dari banjir bandang dahsyat. Pemerintah memverifikasi tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa maupun dinyatakan hilang dalam musibah tersebut.

Penelusuran ketat langsung berjalan melalui koordinasi intensif antara KBRI Dhaka, KBRI Beijing, serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu. Jalur komunikasi cepat ini memastikan keselamatan puluhan WNI yang menetap maupun wisatawan pendaki di sana.

Strategi proaktif pemerintah berfokus pada pelacakan real-time agen perjalanan untuk memastikan pergerakan turis Indonesia di area risiko tinggi. Langkah pencegahan ini meminimalisasi ancaman bahaya bagi pendaki yang sedang melintasi jalur pegunungan terisolasi.

“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Kamis.

Diplomat RI menaruh perhatian paling intensif pada aktivitas turis Indonesia yang sedang melakoni agenda pendakian ekstrem. Medan pegunungan yang rawan longsor susulan menjadi alasan utama pengetatan pengawasan ke jalur pendakian.

Bagaimana Langkah KBRI Melindungi WNI di Area Bencana?

KBRI Dhaka mendesak seluruh penyedia jasa tur agar memberikan data detail posisi rombongan pendaki asal Indonesia secara berkala. Transparansi rute pergerakan wisatawan mempercepat proses evakuasi jika situasi darurat memburuk sewaktu-waktu.

“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” ucap Direktur PWNI Kemlu RI.

Catatan resmi pemerintah menunjukkan 45 WNI menetap di Nepal dan mayoritas bekerja pada industri perhotelan Kathmandu. Pemukiman mereka berada jauh dari titik pusat luapan air sungai yang menghancurkan infrastruktur utama.

baca juga

Perwakilan RI merilis imbauan resmi agar seluruh WNI menjauhi kawasan rawan serta mematuhi instruksi evakuasi otoritas setempat. Warga diminta tidak memantau kabar simpang siur dan selalu merujuk pada saluran informasi resmi pemerintah.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan darurat di Nepal, KBRI Dhaka menyediakan layanan hotline khusus pada nomor +880 161-4444-552. Sementara itu, WNI di wilayah China dapat segera menghubungi hotline KBRI Beijing melalui nomor +8618610455488.

Apa Penyebab Utama Kerusakan Parah di Perbatasan China-Nepal?

Bencana alam ini berawal dari luapan Sungai Bhotekoshi di Rasuwa yang mendadak berubah menjadi banjir bandang mematikan. Gelombang air deras merubuhkan puluhan rumah warga, merusak fasilitas umum, hingga melumpuhkan pembangkit listrik tenaga air.

Dampak banjir meluas hingga ke Shigatse, wilayah otonom Tibet, akibat tingginya intensitas aliran sungai dari arah China. Tanah longsor berlumpur menerjang permukiman di Shigatse dan menyebabkan kehancuran material yang cukup parah.

Laporan Kyodo mencatat angka kematian akibat bencana meluapnya sungai perbatasan ini telah melonjak hingga 160 jiwa. Petugas penyelamat masih terus menyisir lokasi untuk menemukan ratusan korban lain yang dilaporkan hilang.

Data Otoritas Nepal mengungkap 290 dari total 384 korban hilang merupakan wisatawan mancanegara dari berbagai negara. Para turis asing tersebut mayoritas berasal dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Kantor berita Xinhua mengonfirmasi tiga orang tewas dan 265 warga hilang akibat terjangan lumpur di wilayah Shigatse. Tim SAR gabungan terus bergerak menembus material longsor untuk mencari penyintas banjir bandang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×